Hosnan Tegaskan Penolakan Pilkada Lewat DPRD: Demokrasi Jangan Ditarik Mundur

Thursday, 22 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, kembali menegaskan sikap tegas partainya dalam merespons wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Ia menilai, gagasan tersebut bukan solusi, melainkan ancaman serius bagi kualitas demokrasi lokal.

Pernyataan itu disampaikan Hosnan dalam diskusi publik bertajuk “Pilkada Lewat DPRD: Solusi atau Kemunduran Demokrasi” yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep di Hotel Kaberaz, Rabu (21/1/2026).

Menurut Hosnan, pilkada langsung merupakan hasil perjuangan panjang reformasi yang tidak seharusnya ditarik kembali. Ia mengingatkan bahwa demokrasi tidak boleh direduksi hanya atas dasar alasan efisiensi atau stabilitas politik semata.

“Kalau hak rakyat untuk memilih pemimpinnya dicabut, itu bukan perbaikan sistem, tapi kemunduran demokrasi,” tegasnya.

Baca Juga  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jadi Teladan Rumah Sakit Bersih di Madura

Ia menilai, mekanisme pemilihan melalui DPRD berpotensi menjauhkan rakyat dari proses politik yang seharusnya inklusif. Selain itu, menurutnya, sistem tersebut rawan melahirkan kompromi elite yang tidak selalu sejalan dengan aspirasi publik.

Hosnan juga menepis anggapan bahwa pilkada langsung selalu identik dengan konflik sosial. Baginya, dinamika yang muncul justru merupakan cerminan masyarakat yang semakin sadar politik.

“Perbedaan pilihan itu wajar. Demokrasi memang tidak steril dari perdebatan. Justru dari situ rakyat belajar menilai pemimpin,” ujarnya.

Sebagai Wakabid DPC PDI Perjuangan Sumenep, Hosnan menegaskan bahwa partainya tetap konsisten berpihak pada rakyat kecil. Sikap menolak pilkada tidak langsung, kata dia, merupakan bagian dari komitmen ideologis PDI Perjuangan.

Baca Juga  Camat Talango Ketakutan, Blokir Nomor WhatsApp Media yang Konfirmasi Soal Proyek Rp2,1 Miliar Di Desa Gapurana

“PDI Perjuangan lahir dari rahim rakyat. Maka menjaga kedaulatan rakyat adalah harga mati,” tandasnya.

Ia pun mempertanyakan logika mengubah sistem pemilihan di tengah meningkatnya literasi politik masyarakat. Menurutnya, ketika publik semakin kritis, justru ruang partisipasi harus diperluas, bukan dipersempit.

Diskusi publik tersebut berlangsung dinamis dan dihadiri beragam elemen, mulai dari pengurus partai politik, aktivis organisasi kemasyarakatan, pemuda, hingga mahasiswa. Sejumlah peserta turut menyampaikan pandangan kritis terkait masa depan demokrasi lokal jika pilkada tidak lagi dilaksanakan secara langsung.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Berita Terbaru