H.Rosi, Dalang di Balik RJ99: Simbol Arogansi Hukum di Madura?

Friday, 8 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Sosok bernama H. Rosi kembali menjadi perbincangan hangat di tengah maraknya peredaran rokok ilegal di Madura. Bukan karena prestasi atau kontribusi sosial, tapi karena keberaniannya yang dianggap kelewat batas dalam memproduksi dan mendistribusikan rokok ilegal bermerek RJ99. Nama H. Rosi kini melekat erat sebagai simbol arogansi hukum dan pembangkangan terang-terangan terhadap upaya pemberantasan rokok ilegal di Madura.

 

Padahal, semua pihak di lapangan dari sopir truk, pemilik warung eceran, tahu bahwa RJ99 bukanlah rokok bercukai resmi. Bahkan, lokasi produksinya di Desa Dasok, Pamekasan, disebut-sebut terbuka dan tanpa penyamaran. Tapi entah kenapa, aparat penegak hukum seolah kehilangan nyali jika berhadapan dengan nama H. Rosi.

 

“Kalau bukan karena ada yang kuat di belakangnya, tak mungkin seberani itu. Ini bukan rokok eceran kecil-kecilan, ini sudah seperti pabrik mafia,” kata M. Dayat, Anggota YLBH

Baca Juga  Komisi IV DPRD Sumenep Desak Investigasi Menyeluruh Kasus Kematian Ibu dan Bayi Saat Persalinan

 

H. Rosi bukan orang sembarangan. Ia dikenal sebagai keponakan dari H. Saleh, pemilik PT Dua Putri Kedaton, yang disebut-sebut punya pengaruh besar di lingkaran elit Madura. Kedekatan ini membuat posisi H. Rosi sulit disentuh. Tak satu pun razia atau operasi dari Bea Cukai yang menyentuh pabrik rokoknya, sementara produsen kecil di tempat lain dibabat habis hanya karena mencetak tanpa pita cukai.

 

Kritik publik terhadap Bea Cukai dan aparat penegak hukum semakin keras. Sebagian warga menilai bahwa pembiaran terhadap aktivitas RJ99 adalah bentuk pengkhianatan terhadap semangat keadilan hukum. Ketika hukum menjadi alat kepentingan dan perlindungan terhadap orang-orang kuat, maka negara sejatinya telah menyerah pada ketakutan.

 

“Kalau benar hukum ini berlaku untuk semua, kenapa H. Rosi bisa jalan terus? Kenapa petugas seperti ‘buta dan tuli’ padahal semua orang tahu siapa dia dan apa yang dia lakukan?” ujar Dayat

Baca Juga  Satgas BKC Ilegal Diuji Ketegasannya: Beranikah Sentuh 7 Merek Rokok Ilegal Milik H. Edi Paseyan?

 

H. Rosi kini tak hanya dilihat sebagai pelaku usaha ilegal, tapi juga sebagai wajah kegagalan penegakan hukum di Madura. Ia menjadi contoh bagaimana hukum bisa dilecehkan ketika pelaku memiliki akses kekuasaan dan hubungan darah dengan tokoh berpengaruh.

 

“H. Rosi itu bukan cuma pengusaha ilegal, dia contoh nyata dari betapa lemahnya keberanian negara. Kalau negara tidak bisa menindak Rosi, maka rakyat tidak lagi punya alasan untuk percaya pada keadilan,” tegas Dayat.

 

Bahkan muncul spekulasi bahwa ada aliran dana “pelicin” yang mengalir ke sejumlah oknum demi mengamankan jalur distribusi RJ99. Dugaan ini diperkuat oleh banyaknya armada yang lolos dari pengawasan serta tidak adanya penggerebekan hingga saat ini.

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59