Satgas BKC Ilegal Diuji Ketegasannya: Beranikah Sentuh 7 Merek Rokok Ilegal Milik H. Edi Paseyan?

Sunday, 24 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Pemerintah pusat telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal (Satgas BKC Ilegal) pada Juli 2025. Tujuannya mulia: memperkuat penerimaan negara, menciptakan iklim usaha yang adil, serta memberantas peredaran rokok tanpa pita cukai.

Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan betapa Satgas ini langsung menghadapi tembok tebal bernama mafia rokok ilegal. Salah satunya adalah peredaran 7 merek rokok ilegal yang diduga kuat dikendalikan oleh H. Edi asal Dempoh Paseyan, Pamekasan.

Bukan rahasia lagi, di warung, toko, hingga pasar, rokok dengan merek HND Hitam, HND Putih, Sam Lieok, Netro, Gigo Bold, Nero, dan Nero Bold dijual bebas. Padahal, seluruh merek ini jelas tanpa pita cukai.

Anehnya, meski masyarakat sudah terang-terangan menyebut siapa dalangnya, rokok-rokok tersebut tetap melenggang aman di pasaran. Seakan-akan ada kekuatan besar yang melindungi bisnis gelap ini.

Baca Juga  Bea Cukai Dinilai Tak Berani Bertindak Soal Rokok Ilegal Premium Bold

“Satgas BKC jangan cuma bicara visi dan misi. Buktikan! Kalau tidak bisa berani menyentuh rokoknya H. Edi, ya sama saja Satgas ini hanya proyek buang-buang anggaran,” tegas Zainal, aktivis mahasiswa di Pamekasan.

Pertanyaan besar muncul: di mana Bea Cukai, Polisi, dan Kejaksaan? Bagaimana mungkin rokok ilegal yang beredar di depan mata mereka seolah-olah tidak terlihat?

“Kalau yang kecil-kecil, penjual eceran, gampang sekali ditangkap. Tapi kalau sudah menyebut nama besar macam H. Edi Paseyan, mendadak semua jadi bisu. Ini jelas permainan kotor,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebut namanya.

Kondisi ini memperkuat dugaan adanya oknum aparat yang bermain mata dengan jaringan rokok ilegal. Negara rugi, tapi mafia tembakau justru kian kaya.

Kementerian Keuangan sendiri mencatat, kerugian negara akibat rokok ilegal mencapai triliunan rupiah setiap tahun. Dana sebesar itu semestinya bisa masuk ke APBN untuk membangun jalan, rumah sakit, hingga sekolah.

Baca Juga  Rokok Ilegal “Agung Pro” Laris Manis di Pasaran, LGHN Desak Bea Cukai Segera Tutup Pabriknya

Namun, alih-alih masuk ke kas negara, uang itu justru mengalir ke kantong segelintir orang yang mengendalikan rokok ilegal, termasuk jaringan yang diduga milik H. Edi.

Satgas BKC Ilegal kini sedang diuji. Jika berani menindak 7 merek rokok ilegal H. Edi Paseyan, maka publik akan percaya bahwa Satgas ini benar-benar bekerja. Tetapi bila Satgas hanya diam dan pura-pura tidak tahu, maka Satgas BKC tak lebih dari gertakan kosong tanpa taring.

“Kalau pemerintah serius, ayo buktikan di Madura. Bongkar gudangnya, amankan produsennya. Jangan cuma razia pedagang kecil. Kalau tidak, rakyat akan anggap Satgas ini cuma wayang yang dikendalikan mafia,” tutup Hasyim, Ketua LHGN Madura.

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru