Disorot Soal Anggaran Plasma Rp796 Juta, Kadisbudporapar Sumenep Pilih Bungkam

Thursday, 4 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Sorotan terhadap penggunaan anggaran program Plasma 1, Plasma 2, Plasma 3, dan Plasma 4 di lingkungan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep semakin menguat. Pasalnya, hingga kini Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, belum memberikan penjelasan resmi terkait program yang menyerap anggaran sekitar Rp796 juta tersebut.

Sejumlah upaya konfirmasi yang dilakukan media untuk memperoleh keterangan mengenai dasar penganggaran, bentuk kegiatan, hingga manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat belum mendapatkan respons. Sikap diam tersebut justru memunculkan beragam pertanyaan di tengah masyarakat.

Padahal, penggunaan dana publik yang mencapai ratusan juta rupiah semestinya dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan APBD.

“Semakin lama tidak ada penjelasan, semakin besar pula ruang spekulasi yang berkembang di tengah publik. Yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya sederhana, yakni transparansi dan keterbukaan informasi,” ujar aktivis di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga  Parkiran Kos H. Asmo di Atas Kali Kolor: Pemilik Tantang Pemkab Bongkar

Menurutnya, pejabat publik memiliki kewajiban moral dan administratif untuk menjelaskan setiap program yang menggunakan uang rakyat, terlebih ketika program tersebut menjadi perhatian masyarakat.

Sorotan terhadap program Plasma bermula setelah muncul informasi mengenai empat paket kegiatan yang total nilainya mencapai hampir Rp800 juta pada tahun anggaran 2026. Besarnya anggaran tersebut dinilai perlu disertai penjelasan rinci mengenai output, indikator keberhasilan, serta kelompok masyarakat yang menerima manfaat langsung dari program tersebut.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pada berbagai sektor, penggunaan dana dalam jumlah besar untuk program yang belum diketahui secara jelas manfaatnya menjadi perhatian tersendiri.

Beberapa kalangan bahkan mendorong agar dilakukan audit dan evaluasi terhadap kegiatan tersebut guna memastikan seluruh proses perencanaan dan pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Rekrutmen BLUD 2026, Kesempatan Emas bagi Tenaga Profesional Kesehatan

Sementara itu, sikap bungkam yang ditunjukkan pimpinan Disbudporapar dinilai tidak membantu meredam pertanyaan publik. Sebaliknya, kondisi tersebut justru memperkuat tuntutan agar seluruh dokumen terkait program Plasma dibuka secara transparan.

“Kalau memang programnya baik dan sesuai aturan, tentu tidak ada alasan untuk menutup informasi kepada publik. Justru keterbukaan akan menghilangkan berbagai kecurigaan yang berkembang,” tambahnya.

Masyarakat berharap Disbudporapar Kabupaten Sumenep segera memberikan klarifikasi resmi mengenai program Plasma 1, 2, 3, dan 4, termasuk rincian penggunaan anggaran serta capaian yang telah dihasilkan.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, masih belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan media.

Publik kini menunggu penjelasan resmi agar polemik mengenai penggunaan anggaran senilai Rp796 juta tersebut tidak terus berkembang menjadi tanda tanya berkepanjangan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59