SUMENEP, Newsline.id — Tahapan akhir seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep kian menyedot perhatian publik. Dinamika internal seleksi disebut semakin tajam setelah terjadinya perubahan komposisi kandidat yang melaju ke fase krusial.
Perbincangan menghangat menyusul mundurnya salah satu peserta yang sebelumnya diprediksi kuat melangkah jauh, serta tersingkirnya figur lain yang dinilai memiliki rekam jejak dan dukungan sosial cukup signifikan. Kondisi tersebut memunculkan beragam spekulasi, baik di kalangan birokrasi maupun masyarakat.
Pengamat kebijakan publik dan reformasi birokrasi, Abdul Mahmud, menilai situasi tersebut sebagai gambaran pertarungan figur dengan kekuatan dan strategi berbeda. Ia menyebut kontestasi Sekda Sumenep kini menyerupai “pertarungan simbolik antara kekuatan moral-birokratik dan manuver cepat berbasis jejaring”.
“Ini bukan sekadar soal kompetensi administratif, tapi juga soal bagaimana figur tersebut membaca momentum, membangun komunikasi, dan mengelola pengaruh,” ujar Abdul.
Dalam penilaiannya, Abdul melihat Mohammad Iksan sebagai figur yang konsisten menampilkan karakter kepemimpinan birokrasi dengan pendekatan nilai dan pengalaman panjang di pemerintahan daerah. Namun, ia juga mencermati munculnya Agus Dwi Syahputra yang dinilai mampu mengubah peta persaingan melalui akselerasi jejaring dan dukungan struktural yang semakin solid.
Menurut Abdul, keluarnya Arif Firmanto dari bursa serta gagalnya Eric Susanto melangkah ke tahap berikutnya tidak semestinya dipersepsikan sebagai keganjilan. Ia menegaskan, seleksi jabatan tinggi pratama memang sarat dinamika dan sangat bergantung pada penilaian kolektif panitia seleksi.
“Dalam sistem seleksi terbuka, perubahan komposisi kandidat adalah hal wajar. Justru itu menunjukkan proses berjalan dan tidak stagnan,” katanya.
Ia menambahkan, figur Sekda ke depan dituntut bukan hanya kuat secara administratif, tetapi juga memiliki kemampuan menjembatani kepentingan politik, birokrasi, dan publik secara seimbang. Kekuatan spiritual, kepemimpinan teknokratis, serta jejaring lintas level pemerintahan menjadi kombinasi yang semakin menentukan.
Sesuai ketentuan, panitia seleksi nantinya akan menyerahkan tiga nama terbaik kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Dari tiga kandidat tersebut, bupati akan menetapkan satu nama sebagai Sekretaris Daerah definitif.
Hingga kini, publik masih menanti siapa figur yang akhirnya dipercaya mengisi jabatan strategis tersebut, di tengah harapan besar akan lahirnya Sekda yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan dan stabilitas birokrasi di Kabupaten Sumenep.
Penulis : T2
Editor : MTAB








