Dapur SPPG Yayasan Al-Bukhori Murtajih Disorot, Diduga Tak Sesuai Juknis BGN dan Sarat Kepentingan Pribadi

Sunday, 29 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi masyarakat, justru menuai sorotan tajam di Yayasan Al-Bukhori Murtajih. Pembangunan dapur SPPG di lokasi tersebut diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Sorotan publik muncul setelah warga setempat menemukan bahwa letak dapur SPPG diduga menyatu langsung dengan hunian pribadi. Padahal, berdasarkan pedoman resmi BGN, fasilitas dapur SPPG semestinya berdiri terpisah dari rumah tinggal guna menjamin aspek higienitas, keamanan pangan, serta profesionalitas pengelolaan.

“Kalau sesuai aturan, dapur itu tidak boleh gabung dengan rumah. Ini malah jadi satu, seperti dapur pribadi,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya soal lokasi, kualitas bangunan dapur juga menjadi bahan perbincangan. Sejumlah warga menyebut bahwa ada bagian dapur yang dibangun menggunakan material sederhana seperti triplek dan kayu, yang dinilai jauh dari standar kelayakan fasilitas pelayanan publik.

Baca Juga  Ribuan Pekerja SPPG Padati DPRD Pamekasan, Serukan Keberlanjutan Program MBG dan Perlindungan Lapangan Kerja

“Ini kan program untuk masyarakat, tapi bangunannya seperti seadanya. Bahkan ada yang pakai triplek, bukan bangunan permanen,” tambah warga lainnya.

Kondisi tersebut memicu kecurigaan masyarakat terkait penggunaan anggaran dalam pembangunan SPPG tersebut. Warga menduga ada potensi penyalahgunaan dana, bahkan muncul dugaan bahwa fasilitas dapur tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Kecurigaan semakin menguat setelah beredar informasi bahwa dapur SPPG tersebut diduga berada di lahan atau milik pribadi kepala desa setempat.

“Kalau benar itu milik pribadi, ini sudah tidak benar. Program negara kok malah seperti dipakai untuk kepentingan pribadi,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yayasan maupun pemerintah desa terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi ke kepala desa memilih diam.

Aktivis Pamekasan menilai, jika dugaan tersebut benar, maka hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip tata kelola program pemerintah. Selain merugikan negara, praktik semacam ini juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap program sosial yang seharusnya berpihak pada kepentingan umum.

Baca Juga  Disdik dan Dewan Pendidikan Sumenep Gelar Pelatihan Karya Ilmiah untuk Guru

“Program seperti SPPG ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, khususnya soal gizi. Jika dikelola secara tidak profesional, apalagi ada indikasi kepentingan pribadi, maka dampaknya sangat luas,” ujarnya.

Masyarakat pun mendesak agar pihak terkait, baik dari pemerintah daerah maupun instansi pengawas, segera turun tangan melakukan audit dan investigasi terhadap pembangunan SPPG di Yayasan Al-Bukhori Murtajih.

Warga berharap ada transparansi dan tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran, agar program yang bersumber dari anggaran negara benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

“Jangan sampai program bagus malah jadi alat kepentingan segelintir orang. Harus ada pemeriksaan,” pungkas warga.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap program pemerintah di tingkat desa harus diperketat, agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan masyarakat luas.

Penulis : Red

Editor : MTAB

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru