Dana BKK Rp130 Juta Desa Karangbudi Dipertanyakan, Kabid PUEKD DPMD Sumenep Fadholi Pilih Menghindar Dari Kejaran Wartawan

Wednesday, 17 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Polemik pengelolaan Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun Anggaran 2024 di Desa Karangbudi, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, kian menguat. Setelah Kepala Desa Karangbudi, Roni, bungkam soal daftar 45 keluarga penerima manfaat (KPM), kini sikap tak kooperatif juga ditunjukkan pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep.

Pantauan Newsline.id di kantor DPMD Sumenep, Kepala Bidang Penguatan Usaha Ekonomi Desa (PUEKD), Fadholi, ST, MT, terkesan menghindari wartawan saat dimintai konfirmasi terkait realisasi dan pengawasan Dana BKK Rp130 juta di Desa Karangbudi. Pejabat yang seharusnya memahami teknis pelaksanaan program tersebut justru memilih menghindar tanpa memberikan penjelasan apa pun.

Padahal, Dana BKK tersebut diperuntukkan bagi 45 KPM dengan nilai bantuan Rp2,5 juta per keluarga dalam bentuk barang kebutuhan. Program ini merupakan bagian dari skema pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan telah melalui tahapan verifikasi oleh DPMD Provinsi sebelum disalurkan ke daerah.

Baca Juga  Aksi Lilin di DPRD Sumenep, Dear Jatim Soroti Mandeknya Penanganan Kasus Kekerasan Aktivis

Sikap saling bungkam antara pemerintah desa dan pejabat teknis DPMD Sumenep dinilai semakin mempertebal dugaan adanya persoalan serius dalam penyaluran bantuan. Publik mempertanyakan, apakah bantuan tersebut benar-benar telah disalurkan sesuai peruntukan, atau justru hanya berhenti di atas kertas administrasi.

Sejumlah warga Karangbudi yang enggan disebutkan namanya mengaku belum mengetahui secara pasti siapa saja yang tercatat sebagai penerima bantuan BKK tersebut. Kondisi ini dinilai janggal, mengingat program bantuan semestinya diumumkan secara terbuka dan transparan di tingkat desa.

“Kalau memang sudah disalurkan, harusnya jelas siapa penerimanya dan barang apa yang diterima. Ini malah tidak ada informasi sama sekali,” ujar salah seorang warga.

Baca Juga  DPRD Sumenep Dorong Pemkab Gandeng Swasta untuk Dongkrak PAD di Tengah Tekanan Fiskal

Aktivis Zainul menilai, Dana BKK memiliki mekanisme pengawasan berlapis, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga DPMD kabupaten. Karena itu, menghindarnya pejabat terkait saat dimintai klarifikasi justru menimbulkan pertanyaan besar soal fungsi pengawasan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, baik Kepala Desa Karangbudi maupun Kabid PUEKD DPMD Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait progres penyaluran Dana BKK Rp130 juta kepada 45 KPM. Masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Sumenep dan aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan penelusuran guna memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang berhak, bukan hilang di tengah jalan.

Penulis : OR

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59