PAMEKASAN, Newsline.id — Ketegangan publik atas dugaan pesta miras dan narkoba yang menyeret nama oknum anggota DPRD Pamekasan berinisial SAF kian memanas. Kali ini, Dayat, aktivis dari YLBH Madura, melontarkan tantangan terbuka yang keras dan tanpa tedeng aling-aling: SAF diminta berani buka-bukaan di hadapan publik terkait dugaan aktivitas amoral di gudang rokok ilegal yang disebut-sebut miliknya.
“Kalau tidak bersalah, jangan sembunyi. Buka semuanya ke publik. Jangan berlindung di balik kursi dewan,” tegas Dayat.
Menurutnya, bungkamnya SAF justru memperkuat kecurigaan publik bahwa ada sesuatu yang sengaja ditutup rapat.
Dayat menilai, lokasi dugaan pesta gudang rokok ilegal bukan sekadar tempat, melainkan simbol kebusukan ganda: pelanggaran hukum (rokok ilegal) dan degradasi moral pejabat publik.
“Kalau gudang ilegal saja aman dipakai pesta miras dan narkoba, di mana fungsi pengawasan negara?” katanya.
Ia menyebut, isu ini telah melampaui gosip. Ada jejak, saksi, dan pola pembiaran yang menuntut klarifikasi terbuka.
“Publik berhak tahu. DPRD bukan panggung sandiwara,” imbuhnya.
Dayat menantang oknum Dewan Komisi II klarifikasi resmi dan menyampaikan pernyataan terbuka di hadapan media jika merasa tidak melakukan tindakan amoral.
“Kalau hanya bantahan kosong, itu penghinaan terhadap akal sehat publik,” ujarnya tajam.
Tak hanya SAF, Dayat juga menyentil DPRD Pamekasan dan partai pengusung agar berhenti bermain aman.
“Diam adalah keberpihakan. Jika lembaga dan partai memilih bungkam, maka publik akan menilai ada perlindungan struktural,” katanya.
Dayat mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak proaktif, bukan menunggu bola.
“Panggil, periksa, dan bongkar. Jangan biarkan hukum lumpuh di hadapan kekuasaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, YLBH Madura siap mengawal proses hukum dan membuka bukti yang sudah saya memiliki.
Kasus ini, menurut Dayat, adalah ujian integritas bagi wakil rakyat.
“Jika benar, ini bukan aib pribadi ini kejahatan publik. Jika tidak benar, buktikan secara terbuka. Pilihannya jelas,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, SAF belum memberikan klarifikasi resmi kepada publik. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan.
Penulis : OR
Editor : R IE Q








