Aliansi Hukum Indonesia Gelar Aksi Simbolis, Desak Pengusutan Transparan Dugaan TPPU yang Menyeret Oknum Kejaksaan

Friday, 10 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa Aliansi Hukum Indonesia menyampaikan aspirasi melalui aksi simbolis di Pantai Losari, Makassar, dengan menyerukan transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan dugaan tindak pidana yang melibatkan oknum aparat penegak hukum.

Massa Aliansi Hukum Indonesia menyampaikan aspirasi melalui aksi simbolis di Pantai Losari, Makassar, dengan menyerukan transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan dugaan tindak pidana yang melibatkan oknum aparat penegak hukum.

MAKASSAR, Newsline.id – Aliansi Hukum Indonesia menggelar aksi simbolis berupa penyalaan lilin dan penyampaian orasi di Kota Makassar, Kamis (9/7/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan atas mencuatnya dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang disebut menyeret seorang oknum pejabat di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.

Dalam aksi tersebut, massa menilai penanganan perkara yang melibatkan aparat penegak hukum harus dilakukan secara terbuka dan profesional agar tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat terhadap independensi proses penegakan hukum.

Aliansi Hukum Indonesia menyebut inisial FA sebagai sosok yang menjadi sorotan dalam perkara tersebut. Menurut mereka, yang bersangkutan selama ini dikenal menangani sejumlah perkara besar, termasuk di sektor pertambangan. Belakangan, namanya disebut-sebut dalam dugaan TPPU yang dikaitkan dengan sejumlah perkara, di antaranya kasus batu bara, Krakatau Steel, dan PT ASABRI.

Dalam keterangannya, massa aksi juga menyinggung adanya informasi mengenai penggeledahan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya di salah satu rumah serta sebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi yang mereka sampaikan, dalam penggeledahan tersebut ditemukan sejumlah barang berupa emas dan mata uang asing yang diduga berkaitan dengan proses penyelidikan.

Baca Juga  Mahasiswa Waspada! Penipuan Jasa Sewa WhatsApp Berkedok Iklan Facebook Pro Mulai Menyebar

Bagi Aliansi Hukum Indonesia, munculnya dugaan yang melibatkan aparat penegak hukum menjadi ujian besar bagi kredibilitas institusi penegakan hukum. Oleh karena itu, mereka meminta agar seluruh proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, serta bebas dari intervensi maupun konflik kepentingan.

Selain mendesak Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri untuk mengusut secara tuntas setiap oknum aparat yang terbukti terlibat tindak pidana korupsi maupun TPPU, massa aksi juga meminta agar seluruh dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan aparat penegak hukum diproses secara independen tanpa perlakuan khusus.

Mereka juga berharap Presiden Republik Indonesia memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum agar tetap konsisten mengusut perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Di sisi lain, Aliansi Hukum Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal jalannya proses penegakan hukum agar berlangsung secara transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.

Baca Juga  WNA Ukraina Jadi Korban Penjambretan di Ubud, Polisi Tangkap Dua Pelaku

Koordinator Aliansi Hukum Indonesia, Fajar, mengatakan bahwa aksi tersebut bukan ditujukan untuk menyerang institusi tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan penegakan hukum di Indonesia.

“Kepercayaan publik merupakan aset terbesar institusi penegak hukum. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan aparat harus diproses secara terbuka dan akuntabel. Tidak boleh ada perlakuan istimewa bagi siapa pun,” tegas Fajar.

Ia berharap perkara yang menjadi perhatian publik tersebut dapat diusut secara profesional sehingga mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kejaksaan Agung Republik Indonesia maupun pihak yang disebut dalam orasi Aliansi Hukum Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan yang disampaikan massa aksi. Sesuai prinsip keberimbangan, redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak untuk memberikan klarifikasi agar informasi yang diterima publik tersaji secara utuh dan proporsional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Moh. Fairuz Zamzami

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Emas 74 Kilogram dan Uang Rp476 Miliar Disita Polri, Selisih dengan LHKPN Jampidsus Jadi Sorotan Publik
Belum Sempat Jual Motor Curian, Terduga Pelaku Keburu Diamankan Pemilik
Direktur Lokataru Ditangkap, Polisi Sebut Terlebih Dahulu Jadi Tersangka
Gelombang Unjuk Rasa Meluas, Pemerintah Ambil Langkah Tegas
Oknum Perangkat Desa Prenduan Duduk di Kursi Terdakwa, Terjerat Kasus Curanmor
Anak 12 Tahun di Bluto Sumenep Diduga Dianiaya Pemuda Usai Insiden Layangan Putus
Susun Formulasi Terbaik KUHAP, Kemenkum Libatkan Koalisi Masyarakat Sipil
Bukti Sinergitas, Kapolda Jabar Hadiahi Tumpeng Di Momen Peringatan HUT Kodam III Siliwangi Ke-79
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 12 July 2026 - 17:07

Emas 74 Kilogram dan Uang Rp476 Miliar Disita Polri, Selisih dengan LHKPN Jampidsus Jadi Sorotan Publik

Friday, 10 July 2026 - 21:52

Aliansi Hukum Indonesia Gelar Aksi Simbolis, Desak Pengusutan Transparan Dugaan TPPU yang Menyeret Oknum Kejaksaan

Sunday, 21 June 2026 - 15:31

Belum Sempat Jual Motor Curian, Terduga Pelaku Keburu Diamankan Pemilik

Tuesday, 2 September 2025 - 19:40

Direktur Lokataru Ditangkap, Polisi Sebut Terlebih Dahulu Jadi Tersangka

Sunday, 31 August 2025 - 18:17

Gelombang Unjuk Rasa Meluas, Pemerintah Ambil Langkah Tegas

Berita Terbaru