Ada Apa dengan SAF? Surat Aduan Masih Tertahan di Meja Ketua DPRD Pamekasan, BK: Belum Terima Disposisi

Saturday, 10 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id — Sudah tiga hari berlalu sejak tanggal 7 hingga 10, namun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Pamekasan) belum juga mengambil langkah konkret terkait surat aduan masyarakat atas dugaan tindakan tidak patut yang dilakukan oknum Ketua Komisi II berinisial SAF.

Mandeknya proses penanganan aduan tersebut memantik kritik keras dari berbagai kalangan. Publik menilai DPRD Pamekasan terkesan lamban, bahkan diduga tidak memiliki keberanian politik untuk menindak anggotanya sendiri ketika tersandung persoalan etik.

Berdasarkan konfirmasi langsung kepada Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Pamekasan, Ali Fikri, diketahui bahwa hingga kini surat aduan tersebut belum juga diteruskan kepada BK untuk ditindaklanjuti.

“Surat aduan masih berada di meja Ketua DPRD Pamekasan dan belum didisposisikan ke kami,” ungkap Ali Fikri kepada wartawan.

Pernyataan tersebut justru mempertegas dugaan publik bahwa proses penegakan kode etik di lingkungan DPRD Pamekasan berjalan tidak independen dan sangat bergantung pada kehendak pimpinan lembaga. Padahal, Badan Kehormatan sejatinya dibentuk sebagai alat kelengkapan dewan yang berfungsi menjaga marwah dan kehormatan lembaga legislatif.

Baca Juga  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Jadi Teladan Rumah Sakit Bersih di Madura

Tidak adanya kejelasan disposisi selama tiga hari dinilai sebagai bentuk pembiaran yang berpotensi mencederai kepercayaan publik. Sejumlah aktivis menilai, keterlambatan ini menimbulkan kesan kuat bahwa DPRD Pamekasan alergi terhadap pengawasan, terlebih jika yang dilaporkan adalah pejabat strategis seperti Ketua Komisi.

“Kalau laporan masyarakat saja dibiarkan mengendap di meja pimpinan, lalu di mana letak komitmen DPRD terhadap transparansi dan akuntabilitas?” ujar Dedy aktivis.

Penundaan ini juga memunculkan spekulasi adanya upaya perlindungan internal atau tarik-ulur kepentingan politik di tubuh DPRD. Publik khawatir, mekanisme etik hanya akan dijalankan ketika pelapornya lemah atau tidak memiliki daya tekan sosial.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, DPRD Pamekasan berpotensi kehilangan legitimasi moral sebagai wakil rakyat. Kode etik yang seharusnya menjadi pedoman perilaku anggota dewan dikhawatirkan hanya menjadi formalitas di atas kertas tanpa keberanian untuk ditegakkan.

Baca Juga  Arogansi Pelanggan: Kurir di Bluto Jadi Korban Penganiayaan

Lebih jauh, sikap pasif pimpinan DPRD dalam mendisposisikan surat aduan dinilai berbahaya bagi demokrasi lokal. Sebab, hal tersebut memberi pesan buruk bahwa dugaan pelanggaran etik dapat “ditahan” hanya dengan cara administratif.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dan terbuka dari Ketua DPRD Pamekasan untuk segera meneruskan aduan tersebut ke Badan Kehormatan. Tanpa itu, kritik publik dipastikan akan terus menguat, bahkan berpotensi berujung pada aksi tekanan massa.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPRD Pamekasan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum dilakukannya disposisi atas surat aduan tersebut.

Penulis : Red

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Deretan PR Disorot, Dugaan Mafia Pita Cukai di Sumenep Mencuat
Satu Donasi, Satu Harapan Hidup Baru untuk Mereka, JatimNewsline Ajak Publik Bantu Biaya Operasi
Pokir DPRD Disorot, Jalan di Dusun Langger Rusak Sebelum Setahun
Kasus Video Asusila Pelajar SMP Terbongkar, Polres Pamekasan Amankan ABH dan Buru Penyebar
Menuju Pilkades Ra’as 2027: Menggugat Tradisi “Kucing dalam Karung” Lewat Adu Gagasan
BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur
Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026
Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 22 April 2026 - 10:14

Deretan PR Disorot, Dugaan Mafia Pita Cukai di Sumenep Mencuat

Wednesday, 22 April 2026 - 09:53

Satu Donasi, Satu Harapan Hidup Baru untuk Mereka, JatimNewsline Ajak Publik Bantu Biaya Operasi

Tuesday, 21 April 2026 - 15:30

Pokir DPRD Disorot, Jalan di Dusun Langger Rusak Sebelum Setahun

Sunday, 19 April 2026 - 21:29

Kasus Video Asusila Pelajar SMP Terbongkar, Polres Pamekasan Amankan ABH dan Buru Penyebar

Saturday, 18 April 2026 - 23:55

Menuju Pilkades Ra’as 2027: Menggugat Tradisi “Kucing dalam Karung” Lewat Adu Gagasan

Berita Terbaru