23 Tim SD Adu Bakat di Mini Soccer U-13, Pemkab Sumenep Bidik Regenerasi Pesepak Bola

Thursday, 1 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Upaya membangun regenerasi sepak bola sejak usia dini mulai digencarkan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Sebanyak 23 tim sekolah dasar (SD) dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep ambil bagian dalam turnamen mini soccer U-13 yang digelar di Stadion Ahmad Yani, Kamis (1/10/2026).

Kompetisi tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Ajang ini tidak semata-mata berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga diarahkan sebagai wadah untuk menemukan dan mengembangkan potensi pemain muda.

Menurut Achmad Fauzi, pembinaan atlet sepak bola harus dimulai sejak usia sekolah dasar. Pada fase tersebut, pemain tidak hanya perlu mengasah kemampuan teknik bermain, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan dan sportivitas.

“Mini soccer ini bukan hanya sekadar siapa yang menang, siapa yang mencetak gol atau siapa yang menjadi juara. Ini bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui olahraga sepak bola,” ujarnya.

Ia meminta para pemain tidak menjadikan kekalahan sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Pengalaman bertanding, menurutnya, menjadi bagian penting dalam proses perkembangan seorang atlet.

Baca Juga  Kades Padike Klaim Tak Tahu Menahu Proyek TPT, Warga Makin Heran: “Masak di Desanya Sendiri Gak Tahu?

“Jangan takut kalah. Yang paling penting berani bermain, berani berusaha dan terus belajar menjadi lebih baik,” kata Fauzi.

Selain kemampuan teknis, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga sikap selama pertandingan. Para pemain diminta mengedepankan sportivitas serta tidak terlibat dalam perselisihan di dalam maupun di luar lapangan.

“Jangan ada gesekan, jangan ada perkelahian. Ini sepak bola,” tegasnya.

Pemkab Sumenep, lanjut Fauzi, tengah mendorong pola pembinaan sepak bola yang dilakukan secara berjenjang. Kompetisi U-13 menjadi salah satu bagian dari tahapan tersebut sebelum pemain berkembang menuju kelompok usia berikutnya.

Ia menyebut pembinaan akan diarahkan hingga kelompok usia U-17 sehingga para pemain yang memiliki potensi dapat terus mendapatkan ruang untuk berkembang.

“Pemerintah daerah berpikir serius bagaimana generasi muda dari U-13 ini bisa menjadi bibit yang berpotensi menjadi atlet sepak bola dan ke depannya dapat diandalkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Deretan PR Disorot, Dugaan Mafia Pita Cukai di Sumenep Mencuat

Fauzi menilai persiapan sejak tingkat SD menjadi penting karena kemampuan bermain dan karakter atlet tidak bisa dibentuk secara instan.

“Kalau tidak kita persiapkan dari tingkat SD, kemampuan dan karakter dalam bermain agak sulit dibentuk. Tahun ini kita coba jenjangkan dari mini soccer U-13 sampai U-17,” pungkasnya.

Turnamen mini soccer tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga babak final. Puluhan pemain muda yang tergabung dalam 23 tim K3S jenjang SD se-Kabupaten Sumenep akan bersaing sekaligus mendapatkan pengalaman kompetitif.

Ajang tersebut diharapkan menjadi salah satu ruang awal untuk memetakan potensi pesepak bola muda Sumenep. Dari kompetisi tingkat sekolah dasar inilah proses pembinaan diharapkan dapat berlanjut secara konsisten menuju jenjang usia yang lebih tinggi.

Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan, lapangan sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya talenta sepak bola yang kelak mampu membawa nama Sumenep di level yang lebih luas.

Penulis : Red

Editor : Moch Thoriqil Akmal

Berita Terkait

Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur Terungkap, Pemuda 20 Tahun Jadi Tersangka di Sumenep
Legalitas Tanah KDMP di Lapangan Tembak Dipertanyakan, Raja Hantu Sentil: Jangan Sampai Kodim Dianggap di Atas Hukum
Operasi Sikat Semeru 2026, Polresta Sumenep Bongkar 9 Kasus Pencurian dan Tangkap 10 Tersangka
KDMP Pamolokan dan Kebun Agung Disorot, Aktivis Desak Dandim Turun Tangan: Jangan Alergi Aturan!
Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Diduga Rugikan Korban Rp375 Juta, Pria 66 Tahun Diamankan Satreskrim Polresta Sumenep
Jutaan Batang Rokok Ilegal Bukan Barang Siluman, Bea Cukai Madura Didesak Ungkap Pemilik dan Tersangkanya
Sepak Bola AF U-17 Berujung Ricuh, Pengelolaan AF Sport di Bawah Sorotan Bupati Fauzi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 16:29

Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur Terungkap, Pemuda 20 Tahun Jadi Tersangka di Sumenep

Saturday, 24 October 2026 - 16:08

Legalitas Tanah KDMP di Lapangan Tembak Dipertanyakan, Raja Hantu Sentil: Jangan Sampai Kodim Dianggap di Atas Hukum

Saturday, 24 October 2026 - 15:48

Operasi Sikat Semeru 2026, Polresta Sumenep Bongkar 9 Kasus Pencurian dan Tangkap 10 Tersangka

Saturday, 24 October 2026 - 14:54

KDMP Pamolokan dan Kebun Agung Disorot, Aktivis Desak Dandim Turun Tangan: Jangan Alergi Aturan!

Thursday, 22 October 2026 - 11:54

Diduga Rugikan Korban Rp375 Juta, Pria 66 Tahun Diamankan Satreskrim Polresta Sumenep

Berita Terbaru

OPINI

Sumenep, Dunia Malam dan Ketidaksehatan

Saturday, 24 Oct 2026 - 03:51