13 Tahun Tak Tersentuh Dana Desa, Warga Kaladi Bangun Jalan 2 Kilometer Secara Swadaya

Monday, 2 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Setelah 13 tahun tak pernah tersentuh perbaikan maupun anggaran Dana Desa, warga Dusun Kaladi, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, akhirnya membangun jalan kampung secara swadaya. Jalan sepanjang 2.047 meter yang menjadi satu-satunya akses keluar-masuk dusun itu kini dicor dengan dana hasil patungan masyarakat.

Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan warga dengan sekolah, pasar, serta lapangan sepak bola Kaladi. Namun, sejak terakhir diaspal sekitar 13 tahun lalu, kondisinya terus memburuk hingga kini nyaris kembali menjadi jalan tanah.

“Kalau hujan, jalan ini tidak bisa dilewati. Aspalnya sudah tidak ada, tinggal tanah saja,” ujar Rama Bahol, salah satu penggagas kegiatan swadaya, Senin (02/02/2026).

Kondisi jalan yang rusak parah dan licin saat musim hujan mendorong warga bergerak secara mandiri. Melalui gotong royong, masyarakat berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp200 juta yang sepenuhnya berasal dari kontribusi warga Dusun Kaladi.

Baca Juga  Kasus Dugaan Penganiayaan di Pasar Balung, Jember: Korban Kini Difitnah di Media Sosial, Kuasa Hukum Siap Tempuh Jalur Hukum

Dana tersebut digunakan untuk pengecoran jalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan utama masyarakat namun tak kunjung mendapat perhatian pemerintah desa.

Salah satu warga Kaladi, Rahman, mengungkapkan bahwa permohonan perbaikan jalan telah berulang kali disampaikan kepada Pemerintah Desa Pancor. Namun hingga kini, tidak satu pun direalisasikan.

“Saya sendiri sudah tiga kali mengajukan. Belum termasuk tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Alasannya selalu sama, katanya tidak ada anggaran untuk daerah ini,” ungkap Rahman.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat jalan Kaladi merupakan urat nadi aktivitas warga, mulai dari anak-anak berangkat ke sekolah hingga warga menuju pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga menilai ketimpangan pembangunan di wilayah mereka sudah berlangsung terlalu lama. Selama 13 tahun terakhir, meski Dana Desa terus dikucurkan setiap tahun, jalan Kaladi tak pernah sekalipun tersentuh perbaikan.

Baca Juga  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Luncurkan Ruang Baru PUSPA-RS, Tanda Serius Menuju Era Digitalisasi Layanan

“Ini terlalu parah. Tiga belas tahun tidak pernah disentuh perbaikan,” tegas Rahman.

Melalui aksi swadaya ini, warga Dusun Kaladi berharap ke depan ada perubahan kebijakan serta perhatian yang lebih serius dari Pemerintah Desa Pancor. Mereka juga menyuarakan harapan akan adanya kepemimpinan desa yang lebih adil serta pengelolaan keuangan desa yang transparan dan merata.

“Kami berharap ke depan ada perubahan, baik dari sisi kepemimpinan maupun transparansi keuangan desa,” pungkas Rahman.

Hingga berita ini diturunkan, proses pengecoran jalan masih terus berlangsung. Warga terlibat langsung dalam pengerjaan secara gotong royong, menjadikan swadaya ini sebagai simbol kuat solidaritas masyarakat Dusun Kaladi dalam memperjuangkan akses infrastruktur yang layak di tengah minimnya perhatian pemerintah.

Penulis : Fwd

Editor : MTAB

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 175 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru