Kekosongan Jabatan Strategis di Pemkab Sumenep Disorot, Publik Khawatir Pelayanan Tak Maksimal

Monday, 12 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Sejumlah posisi penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep hingga kini masih belum terisi pejabat definitif. Kondisi tersebut menimbulkan sorotan publik karena jabatan-jabatan yang kosong tergolong strategis dan memiliki peran vital dalam roda pemerintahan daerah.

Tak hanya terjadi pada level pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kekosongan jabatan juga menyentuh posisi krusial seperti Sekretaris Daerah (Sekda) yang masih dijabat oleh Penjabat (Pj).

Bahkan, di tingkat kewilayahan, sejumlah kecamatan dilaporkan belum memiliki camat maupun sekretaris camat definitif.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan menurunnya kualitas tata kelola pemerintahan, khususnya dalam hal pengambilan kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta efektivitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Pengamat birokrasi menilai, jabatan strategis yang diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) atau Penjabat (Pj) cenderung memiliki keterbatasan kewenangan. Hal tersebut dikhawatirkan membuat sejumlah kebijakan berjalan kurang optimal, terutama untuk program-program jangka menengah dan panjang.

Baca Juga  Festival Mancing Kedatim 2026 Dorong Wisata Mangrove dan Ekonomi Warga Pesisir

Menanggapi hal tersebut, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Ach. Syahwan Effendi, membenarkan adanya sejumlah kekosongan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di beberapa OPD. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak sampai menghambat jalannya roda pemerintahan.

“Kalau dibilang berpengaruh, iya. Tapi kalau sampai menghambat pelayanan dan aktivitas pemerintahan, tidak,” ujarnya kepada wartawan.

Syahwan menjelaskan, meski jabatan diisi oleh Plt atau Pj, tugas-tugas pemerintahan tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya. Ia bahkan mencontohkan dirinya yang saat ini merangkap jabatan sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Di tempat-tempat yang belum definitif, pada umumnya masih bisa berjalan. Artinya tidak terlalu berdampak signifikan,” jelasnya.

Baca Juga  Diduga karena “beking” keluarga besar oknum anggota DPRD, proyek desa miliaran rupiah di Pekandangan Barat dinilai amburadul dan tak sesuai spesifikasi

Menurutnya, perkembangan teknologi komunikasi turut membantu menjaga stabilitas koordinasi antarperangkat daerah. Rapat dan pengambilan keputusan tidak selalu harus dilakukan secara tatap muka.

“Sekarang komunikasi bisa lewat telepon, Zoom, dan platform lainnya. Pemanfaatan teknologi ini sangat membantu koordinasi, meskipun pejabatnya merangkap atau masih Plt,” tambahnya.

Meski demikian, desakan agar pemerintah daerah segera melakukan pengisian jabatan secara definitif terus menguat. Publik berharap, kekosongan jabatan strategis tidak dibiarkan berlarut-larut demi menjaga efektivitas birokrasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sumenep.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Berita Terbaru