Telur Satu Butir, Kentang Dua Potong, Lalu Di Mana Gizi Gratisnya? Menu SPPG Lesong Daya Sorotan Keras

Tuesday, 9 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kritik tajam mengarah kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lesong Daya yang berada di bawah naungan Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan.

Sorotan tersebut muncul setelah beredar foto menu MBG yang diterima siswa. Dalam foto yang viral di media sosial dan grup percakapan warga, terlihat satu porsi makanan hanya berisi sebutir telur rebus, beberapa potong kentang rebus, sepotong tahu dan buah jeruk, serta sedikit kuah atau saus berwarna cokelat.

Kondisi tersebut memicu gelombang kritik dari masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan kelayakan menu yang diberikan kepada para siswa, terlebih program MBG selama ini digadang-gadang sebagai upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah.

“Kalau memang ini menu yang diberikan kepada siswa, tentu sangat memprihatinkan. Program ini menggunakan anggaran besar dan tujuannya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Namun yang terlihat justru jauh dari ekspektasi masyarakat,” ujar salah satu wali siswa yang enggan disebutkan namanya.

Menurut sejumlah masyarakat yang melihat foto tersebut, menu yang beredar dinilai tidak mencerminkan konsep makan bergizi seimbang. Selain minim variasi, porsi makanan juga dianggap terlalu sedikit untuk memenuhi kebutuhan energi siswa yang menjalani aktivitas belajar selama berjam-jam di sekolah.

Baca Juga  Pemilik CV Ayunda Permata Sejahtera Sebar 2.000 Mushaf Al-Qur’an, Wujud Kepedulian terhadap Pendidikan Agama

Kritik terhadap pelaksanaan MBG sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, program yang menjadi salah satu prioritas nasional itu berkali-kali viral di berbagai daerah akibat kualitas menu yang dianggap tidak sesuai harapan masyarakat.

Di sejumlah wilayah Indonesia, publik sempat menyoroti menu MBG yang dianggap kurang layak, minim protein, hingga penyajian yang dinilai tidak memenuhi standar kebersihan. Berbagai unggahan di media sosial memperlihatkan bagaimana masyarakat semakin aktif mengawasi implementasi program tersebut di lapangan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mendukung keberadaan program MBG, tetapi juga menginginkan pelaksanaannya dilakukan secara transparan dan berkualitas.

“Programnya bagus, tetapi pelaksanaannya harus diawasi. Jangan sampai tujuan mulia memberikan gizi kepada anak-anak justru tercoreng karena kualitas makanan yang diterima jauh dari yang diharapkan,” kata wali siswa.

Lebih lanjut, sejumlah pihak meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Evaluasi dianggap penting untuk memastikan makanan yang disalurkan benar-benar memenuhi standar gizi dan layak dikonsumsi siswa.

Baca Juga  Usulan SKM Golongan 3 Khusus Madura Dinilai Tak Realistis, Ketua Mahardika: Jangan Cedera Keadilan Antar Daerah

Masyarakat juga berharap adanya keterbukaan mengenai komposisi menu, standar gizi, serta mekanisme pengawasan yang diterapkan oleh penyelenggara program.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi kepada Ketua SPPG Lesong Daya maupun pihak mitra pelaksana masih mengalami kendala. Keterbatasan akses komunikasi membuat wartawan belum memperoleh penjelasan resmi terkait menu yang beredar dan menjadi perbincangan publik tersebut.

Redaksi akan terus berupaya mendapatkan keterangan dari pihak SPPG Lesong Daya maupun Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera guna memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

Di tengah tingginya harapan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis, kualitas pelayanan dan kelayakan menu menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Sebab, program yang menyasar generasi penerus bangsa tersebut semestinya menghadirkan makanan yang tidak hanya tersedia, tetapi juga benar-benar memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan siswa.

Penulis : OR

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru