SPPG Pangorayan Terancam Ditutup, Satgas MBG Temukan Sejumlah Persoalan Saat Sidak

Monday, 22 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangorayan terancam menghadapi sanksi serius setelah menjadi sorotan dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pamekasan, Senin (22/6/2026).

Sidak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas viralnya penolakan menu kebab oleh siswa MI Miftahul Ulum serta laporan dugaan berbagai persoalan yang disampaikan aktivis Lingkar Melati Bersatu (LMB).

Ketua Satgas MBG Pamekasan, H. Sukriyanto, turun langsung ke lokasi bersama perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan pengecekan terhadap dapur penyedia program MBG tersebut.

Dalam pemeriksaan itu, sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kualitas menu makanan, pengelolaan limbah, hingga kelayakan bangunan yang digunakan sebagai dapur produksi.

Aktivis Madura, Dayat menilai persoalan yang ditemukan di SPPG Pangorayan tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, masalah yang muncul bukan hanya menyangkut menu makanan yang disajikan kepada siswa, tetapi juga menyentuh aspek lingkungan dan standar operasional fasilitas.

“IPAL memang sudah tersedia. Namun apakah benar-benar berfungsi dan memenuhi standar, itu harus dibuktikan melalui hasil uji laboratorium,” ujar Dayat.

Baca Juga  Jangan Ada yang Kebal Hukum, LSM Bidik Tantang Kejagung Usut Tuntas Skandal 26 Nama Kasus MBG

Ia mengungkapkan bahwa limbah cair dari aktivitas dapur diketahui dialirkan ke saluran irigasi yang berada di sekitar lokasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila kualitas limbah tidak memenuhi baku mutu yang ditetapkan.

Menurut Dayat, kasus yang terjadi di SPPG Pangorayan bahkan memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi dibanding persoalan menu marinasi yang sebelumnya mencuat di SPPG Buddagan.

“Di sini tidak hanya soal makanan. Ada persoalan bangunan, pengelolaan limbah, dan aspek lingkungan yang juga perlu menjadi perhatian serius,” katanya.

Dayat pun meminta Satgas MBG tidak berhenti pada tahap pemeriksaan semata, melainkan segera mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran.

“Kami berharap ada rekomendasi yang jelas dan tegas apabila memang ditemukan pelanggaran terhadap standar yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Pamekasan, Farhatin Syaifillah, membenarkan bahwa aliran limbah cair dari dapur SPPG Pangorayan memang mengarah ke saluran irigasi.

Namun demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah limbah tersebut berbahaya bagi lingkungan karena masih menunggu hasil pengujian laboratorium.

“Kami belum bisa menyatakan dampaknya karena masih perlu dilakukan pengujian. Hasil laboratorium nantinya yang akan menjadi dasar penilaian,” ujar Farhatin.

Baca Juga  Pangdam V/Brawijaya Tinjau EduFarming di Matanair Sumenep, Dorong Edukasi Peternakan Berbasis Desa

Di sisi lain, Ketua Satgas MBG Pamekasan, H. Sukriyanto, memastikan seluruh temuan dalam sidak akan ditindaklanjuti secara serius. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru mengambil keputusan sebelum memperoleh data dan keterangan lengkap dari instansi terkait.

“Kami akan mengawal persoalan ini secara menyeluruh. Semua temuan akan kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mendapatkan klarifikasi yang utuh,” katanya.

Menurut Sukriyanto, hasil klarifikasi dan kajian teknis nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah yang akan diambil terhadap operasional SPPG Pangorayan.

Ia menegaskan bahwa Satgas MBG berkomitmen menjaga kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan.

“Setiap temuan akan kami kaji terlebih dahulu. Setelah itu baru ditentukan langkah selanjutnya sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola SPPG Pangorayan maupun Koordinator Wilayah MBG setempat belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai temuan yang muncul dalam sidak tersebut.

Penulis : AL

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru