Senyum Tipis Redaksi: Ketika Kuasa Hukum Lupa Membaca di Tengah Skandal Oknum DPRD

Sunday, 28 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Moch Thoriqil Akmal B, SH

Foto: Moch Thoriqil Akmal B, SH

OPINI, Pamekasan – Ada satu ekspresi yang belakangan ini sering muncul di ruang redaksi Jatim.Newsline.id: senyum tipis.

Bukan karena geli melihat meme, bukan pula karena headline ramai klik, melainkan karena tuduhan copy paste dan pencemaran nama baik yang diarahkan kepada media kami dalam pusaran kasus amoral oknum DPRD Pamekasan yang kian liar seperti bola salju menuruni bukit.

Lucunya, tuduhan itu datang dari kuasa hukum. Profesi yang seharusnya akrab dengan satu kebiasaan sederhana: membaca secara utuh sebelum menuduh.

Namun tampaknya, dalam kasus ini, membaca isi berita terasa terlalu mewah. Judul dibaca sekilas, paragraf dilewati, konteks dilompati, lalu—cling!—lahirlah kesimpulan: “copy paste dan pencemaran nama baik.”

Sungguh efisien. Hemat waktu, minim riset.

Padahal, jika kuasa hukum—dan mungkin timnya—meluangkan waktu lima menit saja membaca isi berita Jatim.Newsline.id, mereka akan menemukan sesuatu yang mengejutkan:

➡️ Isi berita kami berbeda.

Baca Juga  Pak Kapolri, Janjimu Dipalsukan : "Taman Polres di Atas Kuburan Rakyat"

➡️ Sudut pandang berbeda.

➡️ Struktur, narasi, dan penekanan berbeda.

➡️ Bahkan kehati-hatian redaksional kami justru lebih ketat.

Tapi barangkali masalahnya bukan pada isi berita.

Barangkali masalahnya adalah rasa gatal menghadapi kritik.

Dalam tradisi demokrasi, pejabat publik apalagi anggota DPRD bukanlah porselen antik yang retak bila disentuh pertanyaan. Mereka adalah figur publik yang wajib siap diuji, bukan dilindungi dengan jurus lama: “laporkan medianya.”

Ironisnya, alih-alih menjelaskan substansi tuduhan amoral yang viral dan diperbincangkan publik, energi justru dihabiskan untuk menghitung jumlah media yang akan diadukan. Seolah-olah masalah akan selesai jika daftar media lebih panjang dari daftar klarifikasi.

Lebih lucu lagi, tuduhan copy paste diarahkan kepada media yang secara redaksional dikenal kritis, investigatif, dan ini penting berbeda narasi. Jika semua kritik dianggap sama hanya karena topiknya sama, maka berita korupsi cukup ditulis satu media saja, sisanya dilarang ikut meliput. Betapa sunyinya demokrasi.

Baca Juga  Dangdut Academy 7 (2025): Ketika Nada Kalah oleh Nominal

Di titik ini, redaksi tidak marah.

Kami hanya tersenyum tipis.

Senyum karena sadar, bahwa ketika kritik dibalas dengan ancaman hukum tanpa membaca isi, itu bukan lagi pembelaan nama baik melainkan pengakuan ketakutan terhadap transparansi.

Senyum karena tahu, bahwa pers tidak bekerja untuk menyenangkan kuasa hukum, melainkan untuk menyampaikan fakta, suara publik, dan kegelisahan masyarakat.

Dan senyum karena yakin, bahwa kebenaran tidak pernah lahir dari copy paste tuduhan, melainkan dari keberanian menghadapi substansi.

Jika kuasa hukum ingin beradu argumen, pintu diskusi terbuka.

Jika ingin klarifikasi, kolom hak jawab tersedia.

Namun jika yang dipilih adalah menuduh tanpa membaca, maka maaf itu bukan strategi hukum. Itu hanya komedi yang lupa penonton sudah semakin cerdas.

Salam senyum tipis,

Redaksi Jatim.Newsline.id

Berita Terkait

Rakyat Antre Berkas, Orang Dekat Kekuasaan Diduga Langsung Lolos?
Mari Kita Buat MR Ball yang Lebih Megah
Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?
Kurban Iduladha 2026: Jangan Sampai Dana Negara dan BUMN Menjadi Alat Politik di Madura
Yang Paling Menakutkan Bukan Uang Habis, Tapi Hidup yang Tidak Pernah Berubah
Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Menolak Menjadi Robot: Menggugat Kematian Imajinasi di Menara Gading
LSM: Lapar Siang Malam
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 1 June 2026 - 08:22

Rakyat Antre Berkas, Orang Dekat Kekuasaan Diduga Langsung Lolos?

Sunday, 31 May 2026 - 21:47

Mari Kita Buat MR Ball yang Lebih Megah

Saturday, 30 May 2026 - 21:01

Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Friday, 29 May 2026 - 18:05

Kurban Iduladha 2026: Jangan Sampai Dana Negara dan BUMN Menjadi Alat Politik di Madura

Tuesday, 26 May 2026 - 03:03

Yang Paling Menakutkan Bukan Uang Habis, Tapi Hidup yang Tidak Pernah Berubah

Berita Terbaru