Satgas BKC Ilegal Dinilai Mandul: Rokok Avatar Masterclass Milik H. Munaji Masih Bebas Beredar

Thursday, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Janji manis pemerintah pusat membentuk Satgas Pencegahan dan Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal (Satgas BKC Ilegal) kini mulai dipertanyakan. Pasalnya, sudah hampir dua bulan sejak satgas tersebut diresmikan pada Juli 2025, tidak ada satu pun tindak nyata di lapangan.

Ironisnya, rokok ilegal merek Masterclass yang diduga milik H. Munaji, seorang ASN yang pensiun dini dan sempat terseret kasus korupsi, masih bebas beredar di Pamekasan. Dari warung kecil di pelosok hingga toko modern, produk tanpa pita cukai itu bisa dengan mudah ditemukan.

“Bilangnya satgas dibentuk untuk memberantas rokok ilegal, tapi kenyataannya sampai sekarang nihil aksi. Masterclass masih bisa dibeli di mana-mana. Jadi ini satgas kerja atau satgas tidur?” sindir Farid, aktivis muda asal Pamekasan.

Kemarahan publik makin memuncak karena Bea Cukai Madura yang digadang-gadang jadi ujung tombak penindakan, justru dinilai tak punya nyali. Selama ini, razia rokok ilegal lebih sering menyasar pengecer kecil, sementara merek besar seperti Masterclass seolah dilindungi.

Baca Juga  H. Bambang Budianto Dukung Seminar FL2MI Korda Madura 2026, Dorong Solusi Nyata bagi Petani Tembakau, Garam, dan Sektor Migas

“Kalau ada warung kecil jual rokok tanpa cukai, gampang sekali ditindak. Tapi kalau pemain besar seperti Munaji, pura-pura tidak tahu. Bea Cukai ini kerja untuk negara atau untuk mafia?” ujar Halim, pedagang di Pamekasan.

Bahkan, beberapa pengamat menilai Bea Cukai seakan sudah diperkosa oleh jaringan mafia rokok ilegal. Aparat yang seharusnya menjadi benteng penerimaan negara justru terkesan ikut menjaga peredaran rokok haram tersebut.

Satgas BKC Ilegal dibentuk dengan janji manis: memperkuat koordinasi lintas lembaga, dari Bea Cukai, Polri, Kejaksaan, hingga pemerintah daerah. Namun, sampai sekarang, tidak ada satu pun langkah tegas terhadap Masterclass.

“Kalau Satgas ini hanya formalitas, lebih baik dibubarkan saja. Negara rugi triliunan rupiah tiap tahun, tapi satgas masih main aman. Jangan-jangan ada ‘uang damai’ yang mengalir ke oknum aparat,” kata Hasyim, aktivis antikorupsi Madura.

Baca Juga  Bukber di Myze Hotel, Abd Aziz Salim Shabibi Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim

Masyarakat menilai, penindakan terhadap Masterclass akan menjadi tolak ukur utama apakah Satgas BKC Ilegal benar-benar bekerja atau hanya proyek pencitraan.

Data Kementerian Keuangan mencatat, kerugian negara akibat rokok ilegal mencapai triliunan rupiah per tahun. Ironisnya, kerugian itu sebanding dengan gaya hidup mewah para pemain rokok ilegal yang terus menumpuk kekayaan.

“Negara tekor, masyarakat tidak dapat apa-apa, tapi para mafia rokok ilegal hidup bergelimang harta. Inilah potret bobroknya penegakan hukum di negeri ini,” pungkas Hasyim.

Kini, semua mata tertuju pada Satgas BKC Ilegal. Apakah mereka berani menyentuh Masterclass milik Munaji, atau justru membiarkan produk ilegal itu terus beredar?

“Kalau Masterclass saja tidak bisa disentuh, berarti Satgas BKC Ilegal itu hanya macan ompong. Negara ini sudah benar-benar kalah oleh mafia,” tutup Farid.

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru