PAMEKASAN, Newsline.id – Dalam dinamika politik dan pemerintahan daerah, sosok pengamat, analis kebijakan, sekaligus aktivis sosial memiliki posisi penting. Mereka bukan sekadar menyampaikan pendapat, melainkan turut menguji arah kebijakan, mempertanyakan keputusan penguasa, dan mendorong agar kepentingan masyarakat tidak tenggelam di tengah kepentingan birokrasi maupun politik.
Nama Samhari, S.IP. dalam informasi digambarkan sebagai pengamat politik, aktivis, dan analis kebijakan publik yang berkiprah di Jawa Timur, khususnya Madura. Ia disebut memimpin IDEA (Indonesian Analysis Politic and Policy Consulting), serta aktif menulis opini mengenai pemerintahan, birokrasi, transparansi, dan pembangunan daerah.
Jika peran tersebut dijalankan secara konsisten, posisi Samhari menarik untuk dicermati, terutama dalam konteks kebutuhan masyarakat terhadap pengawasan kebijakan yang independen dan berbasis data.
1.Pengamat yang Menempatkan Kebijakan sebagai Objek Kritik
Salah satu hal yang menonjol dari rekam jejak pemberitaan Samhari adalah keterlibatannya dalam mengomentari persoalan politik dan tata kelola pemerintahan. Pada 2022, ia menyoroti lambatnya pelaksanaan perubahan APBD Pamekasan dan mempertanyakan kemungkinan politisasi anggaran.
Pada Agustus 2024, ia juga menanggapi rencana eksplorasi minyak dan gas bumi di wilayah Batumarmar dan Pasean, Pamekasan. Ia menekankan bahwa potensi ekonomi harus diimbangi dengan perhatian terhadap dampak lingkungan, persoalan sosial, serta partisipasi masyarakat terdampak.
Dua contoh tersebut memperlihatkan spektrum perhatian yang mencakup proses politik, pengelolaan anggaran, dan dampak pembangunan terhadap masyarakat.
2. Aktivis yang Berada di Ruang Kontrol Sosial
Samhari juga tercatat menyampaikan pandangan mengenai peran organisasi masyarakat sipil. Dalam pemberitaan Februari 2026, ia menegaskan bahwa LSM memiliki hak untuk berserikat dan menyampaikan pendapat, sekaligus menyebut pemberdayaan masyarakat dan pencerdasan kehidupan bangsa sebagai bagian dari orientasi gerak mereka.
Dalam konteks demokrasi lokal, keberadaan aktivis semacam ini dapat menjadi bagian dari mekanisme kontrol sosial. Pemerintah tidak cukup hanya menjalankan program, tetapi juga perlu menjelaskan dasar keputusan, penggunaan anggaran, serta manfaat kebijakan bagi masyarakat.
Namun, kualitas kontrol sosial tidak semata-mata ditentukan oleh kerasnya kritik. Ketepatan data, kekuatan argumentasi, independensi sikap, dan konsistensi dalam mengawal persoalan juga menjadi ukuran penting.
3. Kekuatan dan Tantangan Intelektualnya
Jika melihat rekam jejak pemberitaan yang tersedia, ada beberapa aspek yang layak dicermati.
Kepekaan terhadap persoalan pemerintahan. Isu anggaran, pengisian jabatan birokrasi, dan kebijakan pembangunan menjadi bagian dari topik yang pernah ia soroti.
Kemampuan membaca persoalan dari berbagai sudut. Isu ekonomi, politik, lingkungan, dan kepentingan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak hanya administratif, tetapi juga sosial.
Keberanian menyampaikan pendapat. Pernyataan publik dapat membuka ruang diskusi dan mendorong pejabat memberikan penjelasan atas kebijakan yang dipersoalkan.
Di sisi lain, tantangan seorang pengamat politik adalah menjaga agar analisis tidak berhenti pada pernyataan yang menarik perhatian. Setiap kritik perlu ditopang bukti, ketentuan hukum yang relevan, dan argumentasi yang dapat diuji secara terbuka.
4. Catatan Kritis: Independensi Harus Terlihat dalam Praktik
Samhari juga disebut pernah terlibat dalam manajemen perusahaan sebagai Manajer Eksternal PT Ayunda Permata Sejahtera. Informasi tersebut perlu ditempatkan secara proporsional karena aktivitas profesional di sektor korporasi tidak otomatis bertentangan dengan peran sebagai pengamat atau aktivis.
Samhari, S.IP. dapat dipotret sebagai figur yang aktif menyampaikan pandangan mengenai politik lokal, tata kelola pemerintahan, dan kebijakan publik di Pamekasan serta Madura. Sejumlah pemberitaan menunjukkan bahwa ia pernah mengangkat persoalan anggaran, dinamika kelembagaan, dan dampak pembangunan.
Namun, ukuran terpenting seorang analis bukan seberapa tajam kritiknya, melainkan seberapa kuat dasar pemikirannya dan seberapa konsisten ia mempertahankan prinsip ketika berhadapan dengan kekuasaan, kepentingan politik, maupun kepentingan ekonomi.
Penulis : Redaksi/Newsline.id
Editor : Moch Thoriqil Akmal








