SUMENEP, Newsline.id – Rencana proyek pengeboran atau aktivitas pertambangan batu di Dusun Juserajeh, Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, menuai penolakan keras dari sebagian masyarakat dan tokoh setempat.
Penolakan tersebut muncul karena lokasi yang disebut akan menjadi titik kegiatan proyek diyakini oleh warga sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan kesakralan. Masyarakat menyebut lahan tersebut merupakan tanah keraton yang selama ini dianggap tidak boleh digunakan untuk aktivitas proyek apa pun.
Sejumlah warga menilai Kepala Desa Batuputih Daya diduga mengambil langkah secara sepihak tanpa lebih dahulu melakukan musyawarah dengan masyarakat, tokoh desa, maupun perangkat desa. Sikap tersebut menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan prinsip keterbukaan dan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan yang berdampak terhadap lingkungan dan sosial.
“Kalau benar proyek ini dipaksakan tanpa persetujuan masyarakat, tentu akan memicu penolakan yang lebih besar. Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat kurangnya komunikasi,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga juga mengaku kecewa karena proyek disebut-sebut telah mulai berjalan. Mereka menyebut telah dilakukan pembukaan akses jalan menuju lokasi dengan alasan pengambilan sampel. Informasi yang dihimpun menyebut kegiatan tersebut diduga berada di bawah PT Maduradu Batu Putih.
Masyarakat lainnya menyampaikan bahwa apabila proyek tetap dilanjutkan tanpa adanya dialog dan persetujuan masyarakat, dikhawatirkan akan memicu gejolak di tengah warga.
“Kalau proyek ini tetap dipaksakan tanpa melibatkan masyarakat, jangan salahkan apabila muncul keributan atau penolakan di lapangan,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan terhadap legalitas proyek serta memastikan seluruh proses telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Batuputih Daya masih terus dilakukan. Redaksi akan memuat penjelasan yang bersangkutan setelah memberikan tanggapan resmi agar pemberitaan tetap berimbang.
Penulis : Fairuz
Editor : MTAB








