PR Agung Damar Diduga Hanya Main Pita Cukai Tanpa Produksi Rokok

Wednesday, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Dugaan praktik nakal di industri rokok kembali menyeruak di Kabupaten Sumenep. Kali ini, sorotan mengarah pada Pabrik Rokok (PR) Agung Damar, yang diduga hanya memainkan pita cukai tanpa benar-benar melakukan aktivitas produksi rokok sebagaimana mestinya.

Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa PR tersebut mengantongi izin resmi dan mendapatkan alokasi pita cukai dari negara. Namun, aktivitas di lapangan disebut tidak menunjukkan adanya proses produksi signifikan. Gudang produksi terlihat sepi, sementara rokok dengan berbagai merek tidak jelas asal-usulnya justru beredar di pasaran.

Seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengatakan, PR Agung Damar lebih banyak beroperasi sebagai “penebus pita cukai” ketimbang pabrik yang memproduksi rokok.

Baca Juga  DRT, JLB 99, dan Haswal Group Pimpin Gebrakan SKT di Festival Tembakau Madura 2025

“Mesinnya ada, tapi jarang beroperasi. Buruh juga tidak terlihat rutin bekerja. Yang jalan cuma urusan pita, sementara rokoknya entah dari mana,” ungkap sumber tersebut.

Dugaan praktik semacam ini menimbulkan pertanyaan besar. Apakah pita cukai yang ditebus benar-benar ditempel pada produk rokok resmi, atau justru dialihkan ke rokok ilegal lain yang tidak diproduksi di PR tersebut?

Aktivis Sumenep, Hasyim, menilai kasus ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

“Kalau benar PR hanya main pita tanpa produksi, ini jelas modus besar. Negara dirugikan, dan pasar rokok ilegal makin tak terkendali,” tegasnya.

Ia menambahkan, praktik semacam ini kerap terjadi di sejumlah PR “mati suri” yang hanya dijadikan kedok untuk menyalurkan pita cukai ke pihak-pihak tertentu.

Baca Juga  Korupsi Pokir Menguak: Rekaman dan Chat Beredar, Polres Sumenep Dituding Tak Serius

Sementara itu, pihak Bea Cukai Madura hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi. Konfirmasi yang diajukan wartawan melalui pesan singkat maupun telepon belum mendapatkan jawaban.

Di sisi lain, warga sekitar pabrik juga mengaku heran dengan keberadaan PR Agung Damar.

“Katanya pabrik rokok, tapi jarang sekali ada aktivitas ramai. Tidak seperti pabrik lain yang terdengar bising mesin,” ujar salah satu warga.

Dugaan bahwa PR Agung Damar hanya dijadikan pintu masuk pita cukai tanpa kegiatan produksi nyata menambah daftar panjang persoalan industri rokok di Madura. Publik kini menunggu langkah tegas dari aparat untuk memastikan apakah tuduhan tersebut benar adanya atau hanya sebatas isu.

Berita Terkait

Menuju Pilkades Ra’as 2027: Menggugat Tradisi “Kucing dalam Karung” Lewat Adu Gagasan
BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur
Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026
Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura
Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN
Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep
Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 23:55

Menuju Pilkades Ra’as 2027: Menggugat Tradisi “Kucing dalam Karung” Lewat Adu Gagasan

Saturday, 18 April 2026 - 10:35

BPN Sumenep Dinilai “Pengecut”, Tak Mampu Beri Kepastian Kasus Penyerobotan Tanah Mangrove Kebundadap Timur

Saturday, 18 April 2026 - 08:51

Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026

Saturday, 18 April 2026 - 00:43

Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep

Friday, 17 April 2026 - 09:19

Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN

Berita Terbaru