Pengaspalan BK 2026 di Pakamban Laok Disorot: Tanpa Prasasti, Aspal Mengelupas

Monday, 29 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Pekerjaan pengaspalan yang bersumber dari program Bantuan Keuangan (BK) Tahun Anggaran 2026 di Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan masyarakat. Proyek tersebut diduga tidak memenuhi prinsip keterbukaan informasi publik karena tidak dilengkapi prasasti atau papan informasi proyek.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, pekerjaan pengaspalan tersebut disebut telah mengalami kerusakan meski diduga belum lama selesai dikerjakan. Pada sejumlah titik, lapisan aspal tampak mulai mengelupas sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kualita¹s pelaksanaan pekerjaan.

Selain kondisi fisik proyek, pekerjaan tersebut juga dikabarkan diduga merupakan aspirasi atau berkaitan dengan anggota DPRD berinisial R. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan maupun konfirmasi dari pihak yang bersangkutan mengenai informasi tersebut.

Baca Juga  MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura

Ketiadaan prasasti atau papan informasi proyek juga menjadi perhatian. Padahal, keberadaan papan proyek merupakan bagian dari transparansi agar masyarakat mengetahui sumber anggaran, nilai pekerjaan, volume, pelaksana, hingga waktu pelaksanaan.

Sejumlah warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap kualitas pekerjaan tersebut. Mereka menilai proyek yang menggunakan anggaran negara harus dikerjakan sesuai spesifikasi teknis agar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Pakamban Laok telah dihubungi untuk dimintai klarifikasi terkait pekerjaan tersebut. Namun hingga berita ini dipublikasikan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban ataupun tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak, termasuk Pj Kepala Desa, pelaksana kegiatan, maupun anggota DPRD yang disebut dalam informasi awal, apabila ingin memberikan penjelasan atau klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Baca Juga  Kisruh Dana Publikasi DPRD Sumenep: Diduga Tersendat Imbas Manuver Politik Internal

Apabila nantinya terdapat penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait, media ini akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.

Penulis : AL

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong
Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 17:26

DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep

Monday, 21 September 2026 - 17:22

Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Berita Terbaru