SUMENEP, Newsline.id – Polemik keterlambatan pencairan dana publikasi DPRD Sumenep terus menjadi sorotan. Hingga pertengahan Agustus 2025, anggaran yang mestinya masuk ke rekening media lokal belum juga dicairkan, memicu keluhan dari pelaku pers daerah.
Sejumlah sumber internal menyebut, molornya pencairan ini tak lepas dari adanya manuver politik seorang anggota Fraksi PKB yang duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep. Oknum tersebut diduga berupaya mengaitkan pos publikasi dengan skema kunjungan kerja (kunker) dewan yang sebelumnya terkena pemangkasan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Awalnya, DPRD Sumenep merencanakan beberapa agenda kunker ke luar daerah, termasuk ke Yogyakarta. Namun, jatah perjalanan dinas tersebut sempat dipotong hingga 50 persen. Belakangan, jatah itu kembali utuh diduga dengan memanfaatkan pos anggaran publikasi yang akhirnya tertunda pencairannya.
Fakta di lapangan menunjukkan, sejak Juni hingga pertengahan Agustus 2025, seluruh media rekanan DPRD telah mengajukan invoice, namun pembayaran tak kunjung dilakukan. Informasi yang beredar bahkan menyebut, anggaran publikasi sempat diproyeksikan untuk menutup kebutuhan kunker, sebelum akhirnya rencana itu mentok di meja Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo yang enggan menyetujui skema tersebut.
Sumber di internal DPRD mengungkapkan, anggaran publikasi sudah habis sejak perintah efisiensi diberlakukan. Memang sempat ada rencana menambah melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) yang telah diakomodasi Bappeda, namun langkah itu urung terealisasi karena adanya penolakan dari pihak tertentu di Fraksi PKB.
Dikonfirmasi mengenai isu ini, anggota Banggar DPRD Sumenep dari Fraksi PKB, M. Muhri, memilih irit bicara.
“Nggak tahu ya, itu yang kapan itu ya, ini saya masih rapat ini kita,” ucap Ketua Komisi III itu singkat melalui telepon, dikutip dari dimadura.id, Selasa (12/8/2025).
Sementara itu, Kabag Persidangan dan Perundang-undangan DPRD Sumenep, Hasan Basri, belum dapat dimintai keterangan. Pesan WhatsApp yang dikirim wartawan tidak mendapatkan balasan, dan panggilan telepon tidak tersambung.








