SUMENEP, Newsline.id — Pelayanan salah satu gerai kuliner populer di Kabupaten Sumenep kembali menuai sorotan. Seorang pembeli bernama Fajar mengaku kecewa dan marah atas perlakuan pegawai Mie Gacoan Sumenep yang dinilainya tidak ramah serta tidak mencerminkan standar pelayanan publik yang baik.
Kejadian tersebut dialami Fajar saat berkunjung dan makan di gerai Mie Gacoan Sumenep. Ia menuturkan, pelayanan yang diterimanya jauh dari kata memuaskan, mulai dari respons pegawai hingga sikap yang dianggap tidak sopan kepada pelanggan.
“Kami butuh sendok, tapi pelayannya bilang tidak ada. Padahal itu kebutuhan dasar saat makan,” ujar Fajar kepada media ini.
Tak hanya itu, Fajar juga mengungkapkan kekesalannya ketika mengambil tisu di area yang disediakan. Menurutnya, pegawai justru menegur dengan nada yang tidak menyenangkan.
“Kami ditegur karena ambil tisu. Katanya tisu dijatah satu orang satu. Padahal itu cuma tisu biasa, bukan barang langka,” ungkapnya.
Situasi semakin memanas ketika terjadi adu argumen antara Fajar dan salah satu pegawai. Ia menilai sikap pegawai tersebut tidak profesional, bahkan menunjukkan gestur yang terkesan menantang.
“Pegawainya melawan, matanya melotot, dan adu argumen. Sebagai pembeli, saya merasa tidak dihargai sama sekali,” tegas Fajar.
Menurutnya, insiden ini mencerminkan buruknya kualitas pelayanan di Mie Gacoan Sumenep. Ia berharap pihak manajemen segera melakukan evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang dan citra usaha tidak semakin merosot di mata masyarakat.
“Kalau pelayanannya seperti ini, wajar kalau pembeli kecewa. Kami datang untuk makan dan membayar, bukan untuk diperlakukan tidak enak,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Mie Gacoan Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pelanggan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan serta tanggapan dari pihak pengelola.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan merupakan aspek penting dalam dunia usaha kuliner. Sikap pegawai yang tidak ramah dan minim empati berpotensi menurunkan kepercayaan serta loyalitas pelanggan, terlebih bagi gerai yang telah dikenal luas oleh masyarakat.
Penulis : T2
Editor : R IE Q








