Uang Negara Rp94 Juta Jadi Aspal Rapuh, Aktivis Bongkar Bobroknya Proyek Jalan Aspal Desa Bunbarat

Wednesday, 28 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Pekerjaan pengaspalan jalan desa di Dusun Bunbarat, RT 004 RW 001, Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan. Sejumlah aktivis yang turun langsung ke lokasi menilai pelaksanaan proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan dan jauh dari standar kualitas pekerjaan jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivis menemukan kondisi aspal yang dinilai tidak layak. Bahkan, lapisan aspal pada beberapa bagian disebut dapat dikelupas hanya dengan menggunakan tangan.

“Ini bukan sekadar retak atau terkelupas karena usia. Aspalnya masih baru, tapi bisa dikupas pakai tangan. Ini jelas pekerjaan yang kami nilai asal jadi,” ujar salah satu aktivis saat ditemui di lokasi, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga  Pembangunan KDMP di Tanah Pribadi Kades Kebun Dadap Timur Disorot, Publik Pertanyakan Legalitas dan Potensi Konflik Kepentingan

Proyek tersebut tercantum dalam papan informasi kegiatan Pemerintah Desa Bunbarat dengan volume pekerjaan sepanjang 270 meter dan lebar 2,5 meter. Kegiatan itu bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp94.185.000, dan dilaksanakan oleh TPK Bidang Pembangunan Desa.

Aktivis menduga kualitas pekerjaan yang buruk tersebut disebabkan oleh lemahnya pengawasan serta kemungkinan pengurangan spesifikasi teknis, mulai dari ketebalan aspal hingga kualitas material yang digunakan.

“Kalau aspal bisa terkelupas seperti ini, patut dipertanyakan apakah ketebalan dan materialnya sesuai spesifikasi atau tidak. Ini uang negara, bukan uang pribadi,” tegasnya.

Selain itu, mereka juga menilai kondisi jalan hasil pengaspalan tidak rata dan tampak cepat mengalami kerusakan meski belum lama dikerjakan. Hal ini dikhawatirkan akan merugikan masyarakat karena jalan desa seharusnya menjadi akses utama warga untuk aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Kasus SHM Mangrove Kebun Dadap Timur Naik Level, Ketua MADAS Sumenep Lapor ke Polda Jatim

Atas temuan tersebut, para aktivis mendesak pemerintah desa, inspektorat daerah, hingga aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan pemeriksaan dan audit terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Kami minta ada pengecekan ulang. Jangan sampai praktik seperti ini terus dibiarkan, karena masyarakat yang dirugikan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Bunbarat maupun pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi saat di konfirmasi terkait sorotan tersebut.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

Polres Sumenep Intensifkan Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar di Sejumlah Ruas Jalan
RSUDMA FC Sumenep Raih Runner-up di Tour de Java Trofeo Persahabatan 2026
Disdik dan Dewan Pendidikan Sumenep Gelar Pelatihan Karya Ilmiah untuk Guru
Festival Mancing Kedatim 2026 Dorong Wisata Mangrove dan Ekonomi Warga Pesisir
Polres Pamekasan Gencarkan Patroli Malam, Belasan Motor Berknalpot Brong Diamankan
Valen DA7 Guncang Madura Fest 2026, Ribuan Penonton Padati Stadion A. Yani Sumenep
DRT Bersama Sejumlah Sponsor Meriahkan Gelaran Madura Fest 2026
Raih Emas untuk Daerah, Bonus Rp25 Juta Tak Kunjung Cair: Di Mana Komitmen Pemkab dan KONI Pamekasan?
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 1 June 2026 - 07:39

Polres Sumenep Intensifkan Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar di Sejumlah Ruas Jalan

Monday, 1 June 2026 - 07:23

RSUDMA FC Sumenep Raih Runner-up di Tour de Java Trofeo Persahabatan 2026

Monday, 1 June 2026 - 07:18

Disdik dan Dewan Pendidikan Sumenep Gelar Pelatihan Karya Ilmiah untuk Guru

Monday, 1 June 2026 - 07:08

Polres Pamekasan Gencarkan Patroli Malam, Belasan Motor Berknalpot Brong Diamankan

Sunday, 31 May 2026 - 22:13

Valen DA7 Guncang Madura Fest 2026, Ribuan Penonton Padati Stadion A. Yani Sumenep

Berita Terbaru