SUMENEP, Newsline.id — Pekerjaan pengaspalan jalan desa di Dusun Bunbarat, RT 004 RW 001, Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan. Sejumlah aktivis yang turun langsung ke lokasi menilai pelaksanaan proyek tersebut dikerjakan secara asal-asalan dan jauh dari standar kualitas pekerjaan jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivis menemukan kondisi aspal yang dinilai tidak layak. Bahkan, lapisan aspal pada beberapa bagian disebut dapat dikelupas hanya dengan menggunakan tangan.
“Ini bukan sekadar retak atau terkelupas karena usia. Aspalnya masih baru, tapi bisa dikupas pakai tangan. Ini jelas pekerjaan yang kami nilai asal jadi,” ujar salah satu aktivis saat ditemui di lokasi, Selasa (27/1/2026).
Proyek tersebut tercantum dalam papan informasi kegiatan Pemerintah Desa Bunbarat dengan volume pekerjaan sepanjang 270 meter dan lebar 2,5 meter. Kegiatan itu bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp94.185.000, dan dilaksanakan oleh TPK Bidang Pembangunan Desa.
Aktivis menduga kualitas pekerjaan yang buruk tersebut disebabkan oleh lemahnya pengawasan serta kemungkinan pengurangan spesifikasi teknis, mulai dari ketebalan aspal hingga kualitas material yang digunakan.
“Kalau aspal bisa terkelupas seperti ini, patut dipertanyakan apakah ketebalan dan materialnya sesuai spesifikasi atau tidak. Ini uang negara, bukan uang pribadi,” tegasnya.
Selain itu, mereka juga menilai kondisi jalan hasil pengaspalan tidak rata dan tampak cepat mengalami kerusakan meski belum lama dikerjakan. Hal ini dikhawatirkan akan merugikan masyarakat karena jalan desa seharusnya menjadi akses utama warga untuk aktivitas sehari-hari.
Atas temuan tersebut, para aktivis mendesak pemerintah desa, inspektorat daerah, hingga aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan pemeriksaan dan audit terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami minta ada pengecekan ulang. Jangan sampai praktik seperti ini terus dibiarkan, karena masyarakat yang dirugikan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Bunbarat maupun pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi saat di konfirmasi terkait sorotan tersebut.
Penulis : T2
Editor : MTAB








