MADURA, Newsline.id – Polemik dugaan penipuan berkedok investasi yang menyeret nama KryoCore Systems Limited (KS) terus memanas. Pernyataan Ketua sekaligus Manajer Regional KS Madura, Jufri, yang mengaku turut menjadi korban justru memicu reaksi keras dari sejumlah anggota.
Salah satunya disampaikan Ahmad, yang mengaku sebagai anggota KS. Menurutnya, alasan Jufri yang menyatakan dirinya juga dirugikan dinilai tidak menjawab persoalan utama yang sedang dihadapi para anggota, yakni soal pertanggungjawaban pihak manajemen regional.
“Kalau memang jabatan manajer itu merugikan, pertanyaan mendasarnya kenapa mau menjadi manajer? Lalu siapa yang mengangkat dia sebagai manajer regional?” ujar Ahmad kepada Newsline.id, Jumat (17/7/2026).
Ahmad juga mempertanyakan keberadaan kantor regional KS Madura di Jalan Tapsiun Nomor 17, Desa Parenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, yang disebut menggunakan jasa advokat.
“Kalau memang kantor regional memakai jasa advokat, selama ini yang membayar advokat itu siapa? Dana itu berasal dari mana? Ini yang membuat kami semakin bertanya-tanya. Di satu sisi mengaku dirugikan, tetapi selama ini tetap menjalankan jabatan sebagai manajer regional,” katanya.
Menurut Ahmad, pengakuan sebagai korban tidak serta-merta menghapus tanggung jawab moral maupun organisasi yang melekat pada posisi manajer regional. Ia menilai Jufri seharusnya tampil memberikan kepastian kepada anggota, bukan justru menyatakan dirinya ikut menjadi korban.
“Yang kami pertanyakan adalah sikap tanggung jawabnya sebagai manajer regional. Kenapa ketika situasinya seperti ini malah ikut mengaku dirugikan? Ini terkesan ingin melepaskan diri dari tanggung jawab,” tegasnya.
Ia menambahkan, apabila benar Jufri juga mengalami kerugian, seharusnya yang bersangkutan mengambil langkah konkret kepada pihak yang lebih tinggi dalam struktur KS.
“Setidaknya dia punya atasan. Kalau memang sama-sama dirugikan, kenapa diam? Kenapa tidak menyampaikan secara terbuka kepada pihak pusat atau memperjuangkan hak anggota? Alasan seperti itu justru semakin tidak logis bagi kami,” lanjut Ahmad.
Sejumlah anggota lainnya juga mengaku tetap akan mendatangi kantor regional KS Madura untuk meminta penjelasan secara langsung mengenai nasib dana mereka yang hingga kini belum dapat dicairkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pusat KryoCore Systems Limited terkait keluhan gagal pencairan dana, status operasional platform, maupun struktur kepengurusan regional yang dipersoalkan para anggota.
Sementara itu, para anggota berharap aparat penegak hukum segera menelusuri legalitas dan mekanisme operasional platform tersebut guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Penulis : Fairuz
Editor : MTAB








