MinyaKita Dijual Jauh di Atas HET, Ke Mana Pengawasan DKUPP Sumenep?

Wednesday, 15 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Harga minyak goreng subsidi merek MinyaKita di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sumenep masih ditemukan dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena menambah beban pengeluaran untuk kebutuhan pokok.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Ganding, MinyaKita dijual dengan harga Rp20.000 per liter. Harga tersebut lebih tinggi Rp4.300 dibanding HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter untuk penjualan kepada konsumen akhir.

Selisih harga yang mencapai hampir 30 persen itu membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap distribusi minyak goreng subsidi.

Salah seorang warga berinisial M mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain tetap membeli MinyaKita meski harganya melebihi ketentuan pemerintah.

Baca Juga  Deklarasi PP Nusantara di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Tegaskan Silat sebagai Pemersatu

“Kalau di pasar memang Rp20 ribu per liter. Mau bagaimana lagi, minyak tetap dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Fenomena tersebut terjadi di tengah komitmen pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga MinyaKita di pasaran. Kementerian Perdagangan sebelumnya telah mengingatkan seluruh pelaku usaha agar menjual MinyaKita sesuai HET dan tidak mengambil keuntungan berlebihan dari komoditas bersubsidi tersebut.

Pemerintah juga menegaskan akan meningkatkan pengawasan terhadap rantai distribusi MinyaKita. Distributor maupun pedagang yang terbukti melakukan pelanggaran, baik dengan menjual di atas HET maupun menyimpangkan distribusi, dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep memberikan tanggapan singkat. Saat dikonfirmasi, ia meminta agar lokasi pembelian MinyaKita tersebut dijelaskan lebih rinci.

Baca Juga  11 Pabrik Rokok APHT Resmi Kantongi NPPBKC, Bukti Komitmen Pemkab Sumenep Dorong Industri Legal

“Tanyakan beli di mana MinyaKita tersebut,” ujarnya singkat.

Pernyataan itu memunculkan harapan agar DKUPP segera melakukan penelusuran ke lokasi yang dimaksud untuk memastikan kebenaran temuan di lapangan sekaligus mengecek rantai distribusi dan harga jual MinyaKita di tingkat pengecer.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun ke lapangan melakukan inspeksi, memastikan penyebab tingginya harga MinyaKita di tingkat pengecer, serta mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan HET.

Selain itu, evaluasi terhadap jalur distribusi dinilai penting agar program subsidi benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat dan harga minyak goreng kembali sesuai ketentuan pemerintah.

Penulis : Fairuz

Editor : MTAB

Berita Terkait

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Berita Terbaru