Maharaya Festival 2026 Hadirkan Konsep Terpadu, Padukan Pertunjukan, Diskusi, dan Apresiasi Seni Tari

Wednesday, 15 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Maharaya Festival 2026 siap menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku seni tari di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Digelar selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, festival ini mengusung konsep terpadu yang menggabungkan hiburan, edukasi, serta pengembangan kreativitas dalam satu rangkaian kegiatan.

Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan tari, Maharaya Festival juga menghadirkan forum diskusi, bedah karya, hingga ruang apresiasi bagi koreografer dan seniman tari. Konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni tari sekaligus mendorong lahirnya karya-karya baru.

Inisiator Maharaya Festival, Nur Khalis, menjelaskan bahwa festival tahun ini dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai proses kreatif di balik sebuah pertunjukan tari.

Baca Juga  Dicurigai Ada Pencegatan, Belasan TNI Kawal Penggeledahan Kasus BSPS Sumenep

“Setiap agenda saling terhubung. Kami ingin masyarakat menikmati pertunjukan sekaligus memahami bagaimana sebuah karya tari lahir melalui proses penciptaan yang panjang,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 31 Juli 2026 dengan Diksi (Diskusi Tari) Maharaya, yang menjadi forum bertukar ide antara pelaku seni, akademisi, dan pemerhati tari. Diskusi ini membahas berbagai aspek, mulai dari konsep penciptaan hingga perkembangan seni tari di Indonesia.

Memasuki hari kedua, 1 Agustus 2026, festival menghadirkan Festival Menari yang akan berlangsung di sepanjang jalan raya dengan lintasan sekitar 1,5 kilometer. Kegiatan ini melibatkan peserta dari kategori anak-anak dan dewasa, menjadikan ruang publik sebagai panggung ekspresi seni yang dapat dinikmati masyarakat secara langsung.

Baca Juga  Blunder Klarifikasi, Kades Kebunan Disebut Lakukan Kebohongan Publik Soal Status Suaminya

Puncak acara berlangsung pada 2 Agustus 2026 melalui Maharaya Chapter Satu, yang menampilkan karya-karya terbaik hasil festival. Pada hari yang sama juga digelar Bhakti (Bedah dan Apresiasi Karya Tari) Maharaya, menghadirkan dua koreografer terbaik dari kategori anak dan dewasa untuk membagikan pengalaman, ide kreatif, serta proses penciptaan karya mereka.

Menurut Nur Khalis, kehadiran para koreografer sebagai narasumber diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda sekaligus memperluas wawasan para pelaku seni tari.

“Kami ingin Maharaya Festival menjadi wadah yang tidak hanya merayakan seni, tetapi juga membangun budaya berdiskusi, belajar, dan saling mengapresiasi. Harapannya, festival ini mampu melahirkan lebih banyak gagasan dan karya tari berkualitas di masa depan,” pungkasnya.

Penulis : Fairuz

Editor : MTAB

Berita Terkait

Hibah APBD untuk Homestay Pokdarwis Lombang Disorot, Legalitas Lahan Dipertanyakan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Pakandangan Barat, Polisi Turun Tangan
Piala AF Sport U-17 Sumenep Segera Bergulir, Talenta Muda Diproyeksikan Tembus Liga 4
Kapolresta Sumenep Tekankan Pelayanan Humanis di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71
Mutasi Sekcam Bluto Jelang Pensiun Disorot, Dasar Pertimbangan TPK Dipertanyakan
Aktivis Dampingi Warga Kacongan Siapkan Laporan ke Kejaksaan Sumenep, Pengadaan Sapi Desa Kacongan
Aksi Tengah Malam di Mr Ball, APMM Singgung Aspirasi NU yang Tak Ditindaklanjuti
Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 23 September 2026 - 16:54

Hibah APBD untuk Homestay Pokdarwis Lombang Disorot, Legalitas Lahan Dipertanyakan

Wednesday, 23 September 2026 - 15:12

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Pakandangan Barat, Polisi Turun Tangan

Wednesday, 23 September 2026 - 14:47

Piala AF Sport U-17 Sumenep Segera Bergulir, Talenta Muda Diproyeksikan Tembus Liga 4

Wednesday, 23 September 2026 - 14:42

Kapolresta Sumenep Tekankan Pelayanan Humanis di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Tuesday, 22 September 2026 - 18:13

Mutasi Sekcam Bluto Jelang Pensiun Disorot, Dasar Pertimbangan TPK Dipertanyakan

Berita Terbaru