SUMENEP, Newsline.id – Belasan anggota TNI diterjunkan untuk mengawal ketat tim dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur saat melakukan proses penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep.
Pengamanan ekstra ini dilakukan saat tim penyidik menggeledah enam titik lokasi yang diduga berkaitan langsung dengan perkara tersebut.
Petugas TNI bersenjata lengkap tampak berjaga di pintu masuk dan mengawasi setiap proses penggeledahan guna memastikan jalannya penyidikan berlangsung aman dan tertib.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Moch. Indra Subrata, membenarkan adanya suatu penggeledahan yang dilakukan pada Selasa, 8 Juli 2025. Dia menyebutkan bahwa penggeledahan itu merupakan bagian dari proses penyelidikan terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program BSPS.
Kejati Jatim tengah mendalami dugaan penyelewengan dana BSPS yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat, yang seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Penggeledahan ini menjadi bagian dari upaya penegakan hukum untuk mengungkap aktor-aktor yang terlibat dalam aliran dana yang diduga diselewengkan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait jumlah tersangka, namun Kejati memastikan bahwa proses penyidikan akan terus berlanjut hingga tuntas.
Kehadiran aparat TNI dalam proses ini menunjukkan sinergi antara institusi hukum dan militer dalam menjaga wibawa penegakan hukum serta menghindari potensi gangguan selama berlangsungnya penggeledahan.
Tim penyidik dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) telah melakukan penggeledahan di enam lokasi berbeda terkait sebuah kasus yang sedang ditangani. Meskipun rincian lokasi tidak disebutkan secara spesifik oleh pihak berwenang, namun dipastikan bahwa keenam rumah tersebut menjadi target operasi.
Informasi yang beredar di masyarakat mengindikasikan bahwa salah satu lokasi yang digeledah adalah sebuah kediaman warga di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep. Menurut penuturan seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, sekitar pukul 14.00 WIB, empat pria berpakaian kemeja putih dan celana hitam terlihat turun dari sebuah mobil Innova berpelat nomor L 1647 CP. Mereka didampingi oleh anggota TNI, dan diduga kuat merupakan penyidik dari Kejati Jatim yang sedang menjalankan tugas mereka. (Har)








