SUMENEP, Newsline.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi meluncurkan logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758 dalam sebuah seremoni yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Sabtu (20/6/2026) malam. Peluncuran tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan peringatan hari jadi daerah yang akan berlangsung hingga tahun 2027.
Kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep itu berlangsung meriah dengan mengusung semangat pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif masyarakat.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan bahwa logo Hari Jadi ke-758 tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga menjadi representasi semangat masyarakat Sumenep dalam menjaga warisan budaya dan membangun daerah yang lebih maju.

“Logo ini bukan sekadar simbol peringatan tahunan. Di dalamnya terdapat pesan tentang semangat kebersamaan, kemajuan, dan kecintaan terhadap budaya lokal yang menjadi kekuatan utama Kabupaten Sumenep,” ujar Faruk dalam sambutannya.
Menurutnya, proses penentuan logo dilakukan melalui sayembara terbuka yang melibatkan masyarakat. Langkah tersebut diambil untuk memberikan ruang partisipasi kepada para desainer dan kreator lokal dalam menuangkan gagasan mengenai identitas Sumenep.
Puluhan peserta dari berbagai daerah di Madura turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka menyajikan beragam konsep yang mengangkat nilai sejarah, budaya, hingga visi pembangunan daerah.
Faruk menilai tingginya partisipasi masyarakat dalam sayembara itu menunjukkan bahwa kreativitas anak muda Madura terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk mendukung kemajuan sektor ekonomi kreatif.
“Kami ingin masyarakat ikut memiliki dan merasakan bahwa peringatan Hari Jadi Sumenep adalah milik bersama. Karena itu, keterlibatan publik menjadi bagian penting dalam proses ini,” katanya.
Selain memperkuat identitas daerah, pemerintah juga menargetkan rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-758 mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Berbagai agenda budaya dan hiburan yang akan digelar diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep.
Peningkatan jumlah wisatawan diyakini akan memberikan efek berantai terhadap sektor usaha lokal, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ketika wisatawan datang, maka perputaran ekonomi juga meningkat. Inilah yang menjadi salah satu tujuan utama kami dalam setiap kegiatan besar daerah,” ungkap Faruk.
Malam peluncuran logo juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan pertunjukan seni tradisional. Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan santunan kepada anak yatim serta bantuan Korpri sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Suasana semakin semarak ketika panggung utama menampilkan Tari Topeng Dalang, kesenian tradisional khas Sumenep yang menjadi salah satu ikon budaya Madura. Pertunjukan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Pada kesempatan yang sama, panitia juga mengumumkan pemenang sayembara desain logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758. Pengumuman tersebut menjadi momen yang paling dinantikan peserta setelah melalui proses seleksi yang melibatkan tim penilai.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap logo yang telah ditetapkan dapat menjadi simbol pemersatu masyarakat sekaligus sarana promosi daerah yang efektif. Dengan menggabungkan nilai budaya, kreativitas, dan semangat pembangunan, Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758 diharapkan mampu menjadi momentum untuk memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu destinasi budaya dan wisata unggulan di Madura.
Melalui semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, peringatan Hari Jadi ke-758 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan berbagai peluang baru bagi perkembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal di Kabupaten Sumenep.(Adv)
Penulis : AL
Editor : MTAB
Sumber Berita: Newsline.id








