Logo Hari Jadi ke-758 Diluncurkan, Sumenep Tegaskan Identitas Budaya dan Semangat Pembangunan

Monday, 22 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-758 Kabupaten Sumenep dalam sebuah acara yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Sabtu (20/6/2026). Logo bertema “Songennep Sodek Parjuga” itu diharapkan menjadi representasi semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kemajuan daerah.

Peluncuran logo tersebut menjadi salah satu rangkaian awal menyambut peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang akan memasuki usia ke-758 tahun. Pemerintah daerah menilai identitas visual yang baru bukan hanya sebagai penanda perayaan tahunan, melainkan cerminan karakter dan perjalanan panjang masyarakat Sumenep dari masa ke masa.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa logo yang dipilih melalui proses kurasi karya desainer lokal tersebut mengandung berbagai makna filosofis yang merepresentasikan kekayaan budaya, sejarah, dan cita-cita pembangunan daerah.

“Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ini bukan sekadar simbol atau gambar, tetapi mencerminkan perjalanan sejarah, kekayaan budaya, dan optimisme masyarakat untuk terus bergerak maju,” ujar Fauzi.

Logo Hari Jadi ke-758 menampilkan sejumlah elemen yang selama ini menjadi identitas kuat Kabupaten Sumenep. Di antaranya Tari Sintong yang melambangkan keluhuran budaya dan karakter masyarakat, keris sebagai warisan budaya yang telah mengangkat nama Sumenep sebagai Kota Keris, serta motif batik yang mencerminkan kreativitas dan kekayaan seni lokal.

Baca Juga  RSUD Moh. Anwar Ramaikan Madura Night Vaganza, Suguhkan Edukasi Kesehatan Interaktif

Selain unsur budaya, logo tersebut juga menghadirkan simbol sektor minyak dan gas bumi (migas) yang menjadi salah satu potensi ekonomi strategis daerah. Kehadiran simbol migas dinilai sebagai representasi harapan agar sumber daya yang dimiliki mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Secara visual, logo didominasi tiga warna utama, yakni merah yang menggambarkan semangat perjuangan, kuning yang melambangkan kejayaan dan kesejahteraan, serta hijau yang mencerminkan kerukunan dan keharmonisan sosial masyarakat Sumenep.

Sementara angka 758 menjadi simbol perjalanan panjang Kabupaten Sumenep yang telah berdiri sejak tahun 1269 hingga memasuki tahun 2027 mendatang. Angka tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah saat ini merupakan bagian dari warisan sejarah yang terus berlanjut.

Menurut Fauzi, semangat yang ingin dibangun melalui tema “Songennep Sodek Parjuga” adalah semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

“Kami melalui logo ini ingin menghadirkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.

Ia menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan yang diraih Kabupaten Sumenep selama ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat di berbagai sektor. Karena itu, pemerintah daerah berharap momentum Hari Jadi ke-758 dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, tokoh masyarakat, akademisi, dan generasi muda.

Baca Juga  Bambang Bantah Gunakan Pita Palsu: PR Ayunda Justru Jadi Korban Pemalsuan

“Berbagai capaian pembangunan yang diraih selama ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang berpartisipasi aktif sesuai dengan bidang dan kemampuannya masing-masing,” jelas Fauzi.

Peluncuran logo ini juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan karena dianggap berhasil menggabungkan unsur tradisional dan modern dalam satu identitas visual. Kehadiran simbol budaya berdampingan dengan simbol ekonomi menunjukkan arah pembangunan Sumenep yang berupaya menjaga akar budaya tanpa mengabaikan kebutuhan pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, sejumlah masyarakat berharap makna yang terkandung dalam logo tersebut dapat diwujudkan melalui program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Mereka menilai simbol dan filosofi yang kuat perlu diiringi dengan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Momentum Hari Jadi ke-758 Kabupaten Sumenep pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen membangun daerah yang lebih maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur.

“Pembangunan daerah berhasil apabila seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk berkontribusi dan berpartisipasi aktif sesuai kapasitasnya masing-masing,” pungkas Fauzi.(Adv)

Penulis : AL

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru