Kasus Kematian Pasien di Puskesmas Bluto Kian Panas, Publik Desak Investigasi Transparan

Wednesday, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Gelombang pertanyaan publik terkait meninggalnya seorang pasien perempuan di Puskesmas Bluto, Kabupaten Sumenep, semakin membesar. Sejumlah warga menuntut agar dugaan kelalaian tenaga kesehatan di fasilitas tersebut diselidiki secara serius oleh pihak berwenang, khususnya Dinas Kesehatan P2KB Sumenep.

Tokoh pemuda setempat, Hariyono, mengatakan bahwa kabar duka tersebut memunculkan berbagai tanda tanya. Menurutnya, masyarakat mulai mengaitkan kematian pasien dengan kemungkinan adanya tindakan yang tidak sesuai prosedur pelayanan kesehatan.

“Ada beberapa kejanggalan yang disampaikan para pendamping pasien. Makanya masyarakat muncul pikiran-pikiran baru yang mengarah pada dugaan malpraktik,” kata Hariyono kepada media.

Ia menjelaskan, dugaan tersebut muncul dari beberapa kesaksian yang menyebut adanya keterlambatan proses rujukan serta indikasi tabung oksigen tidak berfungsi saat pasien mendapatkan penanganan darurat.

“Ini persoalan nyawa. Tidak boleh hanya dijawab dengan kalimat normatif. Harus dibuka, ditelusuri, dan dijelaskan secara terang benderang,” tegasnya.

Baca Juga  PR Pandi Mas Angkat Citra Rokok Madura dengan Strategi Promosi Kekinian

Hariyono juga mempertanyakan apakah seluruh prosedur standar penanganan gawat darurat telah diterapkan dengan benar oleh pihak Puskesmas.

Menurutnya, dugaan oksigen kosong membuktikan adanya potensi masalah serius pada kesiapan fasilitas dan alat medis.

Karena itu, ia meminta Dinkes P2KB turun langsung melakukan evaluasi menyeluruh.

“Investigasinya harus objektif dan independen. Jangan sampai publik menaruh curiga lebih jauh karena tidak ada penjelasan detail,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bluto, dr. Rifmi Utami, memberikan klarifikasi bahwa pasien telah mendapatkan tindakan sesuai standar penanganan awal. Ia menyebut tim medis telah memasang infus, memberikan oksigen, dan obat emergensi sebelum proses rujukan disiapkan.

“Kami sudah melakukan prosedur stabilisasi pra-rujukan seoptimal mungkin. Kebetulan pada saat yang sama juga ada satu kasus gawat darurat lain yang sedang dirujuk,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga  Bea Cukai dan Purbaya Dinilai Lemah Tangani Rokok Ilegal di Pamekasan: Bisnis H. Yaqub Terus Berjalan Mulus

Namun kondisi pasien, kata Rifmi, terus mengalami penurunan hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan.

“Kami turut berduka dan menghormati perasaan keluarga. Kami sudah berupaya, tetapi takdir berkata lain. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik,” ungkapnya.

Pasien berinisial H, warga Kecamatan Bluto, dinyatakan meninggal dunia pada Senin, 24 November 2025. Pihak keluarga mengaku kecewa dan menuding kematian tersebut disebabkan oleh kelalaian. Mereka menyebut adanya dua hal yang paling mencolok:

dugaan tabung oksigen tidak terisi saat pasien hendak diberikan oksigen,

proses rujukan yang dinilai lambat sehingga kondisi pasien terus memburuk.

Keluarga berharap lembaga hukum maupun Dinas Kesehatan tidak tinggal diam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinkes P2KB Sumenep belum mengeluarkan keterangan resmi terkait permintaan investigasi yang berkembang di masyarakat.

Penulis : T2

Editor : Amira

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru