Insial AS Diduga Rangkap Jabatan, Ketua BPD Kolpo Sekaligus Kepala MI Raudlatul Ulum Jadi Sorotan

Tuesday, 10 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kolpo, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan publik.

Pasalnya, AS yang menjabat sebagai Ketua BPD Kolpo disebut juga merangkap sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlatul Ulum Kolpo sekaligus menerima tunjangan sertifikasi guru.

Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurutnya, kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan administratif maupun etika dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Setahu kami, Abd Salim selain menjabat sebagai Ketua BPD Kolpo juga menjadi Kepala MI Raudlatul Ulum di Kolpo. Bahkan disebut menerima sertifikasi sebagai tenaga pendidik,” ungkap sumber tersebut kepada media ini.

Ia menilai, rangkap jabatan tersebut patut menjadi perhatian karena posisi Ketua BPD memiliki fungsi strategis dalam mengawasi jalannya pemerintahan desa. Di sisi lain, jabatan sebagai kepala lembaga pendidikan juga menuntut tanggung jawab penuh dalam pengelolaan institusi pendidikan.

Baca Juga  Rokok Ilegal “Milde Exclusive” Diduga Diproduksi di Ganding, Nama H. Nanang Disebut Sebagai Dalang

Menurutnya, jika benar terjadi rangkap jabatan, hal itu dikhawatirkan dapat memengaruhi profesionalitas serta fokus dalam menjalankan tugas di masing-masing bidang.

“BPD itu kan lembaga pengawasan pemerintah desa. Kalau juga memegang jabatan lain yang cukup menyita waktu, tentu publik bisa bertanya soal efektivitas kerja,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Kolpo masih mengalami kendala. Wartawan media ini telah berupaya menghubungi yang bersangkutan untuk meminta penjelasan terkait dugaan rangkap jabatan tersebut.

Namun, hingga saat ini Kepala Desa Kolpo belum memberikan tanggapan. Meski demikian, upaya konfirmasi tetap akan terus dilakukan guna memperoleh keterangan resmi serta memastikan kebenaran informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga  PKDI Sumenep Sambut Positif Myze Fun Run 2025, Dorong Kolaborasi Desa untuk Kegiatan Edukatif dan Ekonomi

Terpisah, sejumlah warga berharap pemerintah desa maupun pihak terkait dapat memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kalau memang tidak ada masalah, seharusnya dijelaskan saja supaya masyarakat tidak bertanya-tanya,” ujar seorang warga setempat.

Dugaan rangkap jabatan ini juga menjadi perhatian karena BPD memiliki peran penting sebagai mitra sekaligus pengawas pemerintah desa. BPD bertugas membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa serta menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.

Karena itu, transparansi dan kepatuhan terhadap aturan menjadi hal penting agar kepercayaan publik terhadap lembaga desa tetap terjaga.

Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk Kepala Desa Kolpo maupun AS, guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai dugaan rangkap jabatan tersebut.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59