HMI Konawe Soroti Penundaan Gaji ke-13 ASN, Minta Pemda Transparan Soal Jadwal Pencairan

Monday, 22 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONAWE, Newsline.id – Polemik terkait belum cairnya gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Konawe mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Konawe. Organisasi mahasiswa tersebut meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan penundaan pencairan hak ASN tersebut.

Ketua HMI Cabang Konawe, Ripaldi, menilai keterlambatan pembayaran gaji ke-13 berpotensi menimbulkan pertanyaan di kalangan ASN maupun masyarakat apabila tidak disertai informasi yang jelas dari pemerintah daerah.

Menurutnya, publik perlu mengetahui alasan pasti di balik rencana pencairan yang dijadwalkan setelah pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Pemerintah daerah perlu menjelaskan secara terbuka apa yang menjadi dasar penundaan pencairan gaji ke-13. Apalagi sebelumnya telah disampaikan bahwa anggaran untuk pembayaran tersebut sudah tersedia,” kata Ripaldi, Senin (22/6/2026).

Baca Juga  Direktur BPRS Sumenep dan Mantan Sekda Edy Rasiyadi Santuni Lansia, Pererat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan

Ia menilai, apabila anggaran memang telah dialokasikan dan siap digunakan, maka pembayaran hak ASN seharusnya dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu hingga beberapa bulan ke depan.

Ripaldi juga mengingatkan bahwa gaji ke-13 merupakan hak yang telah dinantikan para ASN dan memiliki dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan proses pencairan berjalan tepat waktu.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe menyebutkan bahwa dana untuk pembayaran gaji ke-13 ASN telah tersedia. Namun, pencairan direncanakan dilakukan setelah agenda STQ tingkat nasional yang menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam waktu dekat.

Menanggapi pernyataan tersebut, HMI Cabang Konawe menilai kedua kepentingan tersebut semestinya dapat berjalan beriringan melalui perencanaan anggaran yang matang dan pengelolaan keuangan yang proporsional.

Baca Juga  Arisan Get Bermasalah, Pencairan Di Persulit, Anggota Soroti Dugaan Perlakuan Diskriminatif

“Pelaksanaan kegiatan daerah memang penting, tetapi pemenuhan hak ASN juga tidak boleh diabaikan. Pemerintah perlu memberikan kepastian agar tidak muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat,” ujar Ripaldi.

Selain meminta transparansi, HMI Cabang Konawe menyatakan akan terus memantau perkembangan kebijakan tersebut. Organisasi itu juga membuka kemungkinan menyampaikan aspirasi secara langsung apabila tidak ada kepastian mengenai jadwal pencairan gaji ke-13.

Menurut Ripaldi, langkah penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak konstitusional masyarakat untuk memperoleh informasi dan memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai prinsip akuntabilitas.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Harapannya pemerintah segera memberikan kejelasan sehingga tidak menimbulkan keresahan di kalangan ASN maupun masyarakat luas,” pungkasnya.

Penulis : AL

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru