Fasilitas Irigasi Tak Berfungsi, Warga Pertanyakan Peran Kepala Desa Karduluk

Wednesday, 23 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Proyek Irigasi Air Tanah Dalam yang dibangun untuk mendukung sektor pertanian di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, diduga gagal berfungsi sejak rampung dan diresmikan pada 2024 lalu. Fasilitas tersebut sedianya diperuntukkan bagi Kelompok Tani (Poktan) Prima Tani, namun hingga pertengahan 2025, belum satu tetes air pun mengalir ke lahan pertanian warga.

Ketidakberfungsian proyek ini memicu kritik tajam dari sejumlah aktivis lokal. Salah satunya datang dari Irwan Fahmi, yang menilai pembangunan tersebut sebagai contoh konkret pemborosan anggaran negara. Ia menyoroti fakta bahwa proyek dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu hingga kini tidak memberikan dampak berarti bagi petani.

“Ini proyek yang hanya bagus di atas kertas. Sudah diresmikan sejak tahun lalu, tapi nyatanya tidak pernah beroperasi. Apa gunanya fasilitas yang tidak bisa digunakan?” kata Irwan Fahmi, kepada Newsline.id.

Menurutnya, pemerintah pusat maupun daerah mesti mengevaluasi menyeluruh setiap proyek pembangunan, khususnya yang menyangkut sektor vital seperti pertanian.

Baca Juga  Alamat 10 Unit RTLH Ditutup-tutupi, Dinas Perkimhub Sumenep Dituding Tak Transparan Kelola Anggaran Rp 249 Juta

“Kalau begini caranya, petani tetap miskin, lahan tetap kering, dan uang negara melayang tanpa hasil,” tegasnya.

Ia pun menilai lemahnya pengawasan dan kurangnya keterlibatan aktif pemerintah desa sebagai penyebab utama gagalnya proyek ini. Irwan juga mempertanyakan proses pengawasan selama pengerjaan proyek.

“Pemerintah desa seolah hanya jadi penonton. Padahal mereka yang paling tahu kondisi lapangan. Ketika proyek gagal, tidak ada satu pun pejabat yang bicara. Ini memalukan,” ujarnya geram.

Lebih jauh, Irwan mendesak agar inspektorat dan aparat penegak hukum segera turun tangan. Ia menilai ada indikasi kuat penyimpangan dalam proses pembangunan yang harus diusut secara terbuka.

“Kami menduga kuat ada ketidakwajaran dalam prosesnya. Entah dari sisi anggaran, pelaksana, atau mutu pekerjaan. Ini harus diaudit secara menyeluruh,” tegasnya lagi.

Sorotan juga diarahkan kepada Kepala Desa Karduluk, Achmad Faruk, yang hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi proyek tersebut. Warga menyayangkan tidak adanya penjelasan atau inisiatif dari pemerintah desa untuk memperjuangkan fungsi irigasi yang sangat dibutuhkan masyarakat tani.

Baca Juga  Kirab Pusaka Keraton Sumenep Meriahkan Tahun Baru Islam, Ratusan Warga Padati Jalur Prosesi

Seorang warga setempat yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa selama ini petani di Karduluk masih menggantungkan irigasi dari sumber air tradisional dan menyesuaikan musim.

“Kita hanya bisa mengandalkan hujan. Irigasi yang katanya modern ini hanya jadi pajangan,” ucapnya.

Kondisi ini semakin memperpanjang daftar proyek infrastruktur pertanian di Kabupaten Sumenep yang tak sesuai harapan. Wacana swasembada dan peningkatan produktivitas pertanian hanya menjadi retorika jika tidak dibarengi dengan implementasi nyata dan pengawasan yang ketat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pertanian dan instansi pelaksana proyek belum memberikan keterangan. Sementara masyarakat setempat berharap ada langkah tegas dari lembaga terkait untuk membongkar duduk perkara proyek yang kini justru jadi simbol kegagalan pembangunan itu.

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru