JAKARTA, Newsline.id – Eric Hermawan resmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Kosgoro (HPK) Kosgoro 1957 periode 2026–2031. Di bawah kepemimpinannya, HPK ditargetkan berkembang menjadi organisasi yang mampu menaungi pengusaha dari berbagai daerah dan latar belakang.
Komitmen tersebut disampaikan Eric saat memaparkan visi dan misinya di DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (13/9/2026).
Eric menilai HPK perlu memperkuat posisinya sebagai bagian dari Ormas Kosgoro 1957 sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pengusaha Indonesia.
Menurut dia, keberadaan HPK tidak semestinya hanya menjadi wadah bagi pengusaha yang beraktivitas di lingkungan Partai Golkar. Organisasi tersebut harus dapat berkembang menjadi rumah bersama bagi para pelaku usaha di berbagai wilayah.
“HPK, tentunya akan mewadahi bukan saja pengusaha-pengusaha yang ada di Partai Golkar tapi di seluruh Indonesia,” ujar Eric.
Selain memperluas jaringan, Eric juga menaruh perhatian terhadap regenerasi pengusaha. Ia berharap HPK dapat menjadi salah satu ruang yang mendorong munculnya pengusaha-pengusaha baru, khususnya dari kalangan kader Partai Golkar dan Kosgoro 1957.
“Saya juga berharap muncul pengusaha-pengusaha baru di Partai Golkar dari HPK Kosgoro 1957 ini,” katanya.
Eric menegaskan bahwa penguatan HPK tidak cukup dilakukan melalui pembentukan struktur organisasi. Menurutnya, karakter dan kapasitas orang-orang yang berada di dalam organisasi menjadi faktor penting.
Ia menginginkan HPK benar-benar diisi oleh mereka yang memiliki aktivitas dan pengalaman sebagai pengusaha.
“HPK Kosgoro 1957 harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar pengusaha,” tegasnya.
Dengan demikian, identitas HPK sebagai organisasi pengusaha diharapkan tidak sekadar tercermin dari nama, tetapi juga melalui kreativitas dan kontribusi nyata para anggotanya kepada masyarakat.
“Sesuai dengan namanya Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957, tentu isinya adalah pengusaha yang kreatif dan memberikan sumbangsih nyata,” pungkas Eric.
Di bidang organisasi, konsolidasi menjadi salah satu pekerjaan besar yang akan dilakukan selama masa kepemimpinannya. Eric menargetkan penguatan struktur HPK dapat menjangkau seluruh daerah di Indonesia.
Ia menyebut agenda konsolidasi hingga 38 provinsi telah menjadi perhatian dalam pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957.
“Dalam Pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 itu Ketum menegaskan agar agenda konsolidasi di 38 Provinsi harus segera selesai,” ungkapnya.
Eric optimistis proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun. Namun, ia menilai target itu membutuhkan kerja kolektif dan dukungan seluruh kader.
“Saya targetkan tiga tahun selesai, dan saya yakin bisa, jika dilakukan secara bersama-sama dengan kader lainnya,” tegas Eric.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, HPK Kosgoro 1957 diarahkan tidak hanya membangun organisasi yang solid, tetapi juga memperluas jejaring pengusaha, menciptakan regenerasi pelaku usaha, serta memperkuat kontribusi ekonomi bagi masyarakat.
Eric berharap HPK mampu menjadi wadah yang terbuka bagi pengusaha dari seluruh Indonesia sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat.
Penulis : Red
Editor : MTAB








