LUMAJANG, Newsline.id — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih berstatus Awas (Level IV) kembali memicu ancaman serius bagi warga di wilayah lereng. Curah hujan intens yang mengguyur kawasan puncak sejak siang hari menyebabkan aliran lahar dingin susulan kembali meluap pada Senin sore (24/11/2025).
Sekitar pukul 16.05 WIB, material vulkanik bercampur air hujan itu terdeteksi mengalir deras menuju kawasan Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang. Wilayah tersebut memang berada di jalur utama Besuk yang mengalir langsung dari puncak Semeru, sehingga menjadi area paling rentan saat terjadi lahar hujan.
Laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan bahwa dalam 24 jam terakhir, gunung tertinggi di Jawa tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan. Rentetan letusan kecil, guguran lava, serta getaran seismik terus tercatat sejak Minggu (23/11).
Bahkan pada Senin dini hari, sekitar pukul 03.04 WIB, seismograf kembali merekam aktivitas erupsi. Di pagi harinya, Semeru tampak mengeluarkan asap putih bertekanan lemah hingga sedang dengan ketinggian mencapai 500–1.000 meter di atas puncak.
Kondisi ini diperparah oleh hujan deras yang mengguyur wilayah puncak sejak siang, sehingga material sisa erupsi besar pada 19 November lalu terdorong turun dan berubah menjadi arus lahar dingin.
Petugas mitigasi bencana menegaskan, warga yang bermukim atau beraktivitas di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Semeru harus meningkatkan kewaspadaan. Beberapa poin imbauan yang disampaikan:
Hindari total aktivitas di jalur aliran lahar, terutama di Besuk Kobokan dan sungai-sungai kecil di sekitarnya.
Segera menjauh dari bantaran sungai ketika hujan mulai turun atau intensitas hujan meningkat.
Waspadai potensi bencana susulan seperti banjir lahar dingin dan longsor.
Tetap mengikuti arahan resmi dari tim PVMBG, BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah setempat.
Petugas juga mengingatkan bahwa lahar dingin dapat muncul mendadak, tanpa tanda-tanda visual dari puncak gunung, sehingga kewaspadaan tidak boleh diturunkan.
Seiring meningkatnya ancaman di kawasan Gunung Semeru, berbagai pihak mengajak masyarakat untuk saling menguatkan dan terus mendoakan keselamatan warga Lumajang, terutama mereka yang berada di jalur rawan bencana dan pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.
Situasi di lapangan masih dipantau ketat, dan masyarakat diminta tidak panik namun tetap siaga menghadapi kemungkinan terburuk.
Penulis : Miko
Editor : Amira








