DPRD Sumenep Dorong Modernisasi Pengelolaan Keuangan Daerah untuk Cegah Kebocoran PAD

Friday, 19 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id– DPRD Kabupaten Sumenep menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan dalam pengelolaan keuangan daerah guna menjaga potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak mengalami kebocoran. Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kapasitas fiskal daerah untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Faisal Muhlis, mengatakan bahwa setiap potensi pendapatan daerah harus dikelola secara optimal melalui sistem yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, pengawasan yang kuat akan membantu pemerintah daerah memastikan seluruh sumber pendapatan masuk ke kas daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

“PAD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dan diawasi secara ketat agar tidak terjadi kebocoran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebocoran pendapatan daerah dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari lemahnya pengawasan terhadap penerimaan daerah, ketidaksesuaian data potensi pendapatan, hingga praktik penyimpangan yang merugikan keuangan daerah.

Baca Juga  Kades Bringsang Klarifikasi Proyek Kolam Ikan Rp259 Juta: "Tidak Pernah Dianggarkan di Desa Kami"

Untuk meminimalkan risiko tersebut, DPRD mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep agar mempercepat penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah.

Menurut Faisal, penggunaan teknologi informasi akan memperkuat transparansi sekaligus memudahkan proses pengawasan terhadap seluruh transaksi yang berkaitan dengan penerimaan daerah.

Dengan sistem yang terintegrasi secara elektronik, setiap transaksi dapat tercatat secara otomatis dan terdokumentasi dengan baik. Hal ini diyakini mampu meningkatkan akurasi data sekaligus mempersempit ruang terjadinya penyimpangan.

“Pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan saat ini. Selain meningkatkan efisiensi, sistem tersebut juga memudahkan proses monitoring dan evaluasi karena data dapat diakses secara cepat dan akurat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik.

Baca Juga  Kapolresta Sumenep Buka Ruang Dialog dengan Jurnalis dan Aktivis, Siap Benahi Layanan Informasi Publik

Dengan pendapatan daerah yang lebih optimal, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk membiayai program pembangunan dan kebutuhan masyarakat.

DPRD, kata Faisal, telah memberikan berbagai masukan dan rekomendasi kepada pemerintah daerah agar penguatan sistem pengelolaan keuangan berbasis elektronik dapat segera diwujudkan. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ia berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam memperkuat sistem pengawasan keuangan daerah dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan PAD di Kabupaten Sumenep.

“Jika pengawasan berjalan baik dan didukung teknologi yang memadai, maka pengelolaan keuangan daerah akan semakin transparan dan akuntabel. Pada akhirnya, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan yang lebih merata dan pelayanan publik yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis : AL

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Dua Pemuda Kedungdung Ditangkap, Satreskrim Polres Sampang Ungkap Kasus Curanmor Honda Vario
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 7 August 2026 - 20:00

Dua Pemuda Kedungdung Ditangkap, Satreskrim Polres Sampang Ungkap Kasus Curanmor Honda Vario

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru