SUMENEP, Newsline.id – Polresta Sumenep menggelar forum silaturahmi dan dialog bersama insan pers, aktivis, advokat, mahasiswa, serta organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Jaringan Demokrasi Sumekar (JDS), Jumat (24/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di Aula Tungga Polresta Sumenep itu menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan membangun kemitraan yang lebih terbuka antara kepolisian dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu didampingi Wakapolresta Kompol Haris Darma Sucipto beserta jajaran pejabat utama Polresta. Hadir pula Ketua JDS Moh. Anwar, Ketua APSI Jawa Timur Sulaisi Abdurrazaq, Ketua Aliansi Jurnalis Sumekar Faldy Aditya, Koordinator JDS Arafat Sanjani, serta puluhan peserta dari berbagai organisasi.
Dalam forum tersebut, sejumlah jurnalis dan aktivis menyampaikan berbagai masukan terkait pelayanan informasi publik. Mereka menilai koordinasi antara kepolisian dan media perlu terus ditingkatkan agar penyampaian informasi kepada masyarakat berlangsung lebih cepat, terbuka, dan mudah diakses.
Selain mendorong optimalisasi fungsi kehumasan, peserta juga berharap komunikasi antara penyidik, pejabat kepolisian, dan insan pers dapat berjalan lebih efektif, terutama dalam penyampaian perkembangan penanganan perkara yang menjadi perhatian publik.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu menyambut baik seluruh masukan yang disampaikan. Ia menegaskan kritik dan saran dari masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan institusi kepolisian.
Menurutnya, Polresta Sumenep akan melakukan evaluasi terhadap pola komunikasi yang selama ini berjalan agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman antara kepolisian dengan media maupun masyarakat.
“Kami berterima kasih atas semua masukan yang diberikan. Ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan, khususnya dalam penyampaian informasi kepada publik. Ke depan kami ingin komunikasi yang lebih terbuka, cepat, dan transparan,” ujar Ariek.
Dalam kesempatan itu, Kapolresta juga menjelaskan bahwa peningkatan status Polres Sumenep menjadi Polresta merupakan bagian dari kebijakan organisasi Polri yang mempertimbangkan perkembangan wilayah, beban tugas, serta potensi daerah, bukan semata-mata karena karakter wilayah perkotaan.
Sementara itu, perwakilan media turut menyampaikan evaluasi mengenai akses peliputan pada momentum pengukuhan Polresta Sumenep beberapa waktu lalu. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang dan fungsi Humas dapat menjadi jembatan komunikasi yang lebih responsif.
Menutup dialog, Kapolresta menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini masih terdapat kekurangan dalam pelayanan komunikasi. Ia memastikan Polresta Sumenep akan terus membuka ruang dialog dengan jurnalis, aktivis, dan seluruh elemen masyarakat sebagai bagian dari komitmen mewujudkan pelayanan publik yang profesional dan transparan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara Polresta Sumenep, insan pers, organisasi masyarakat, dan mahasiswa dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta terciptanya hubungan kemitraan yang semakin baik di Kabupaten Sumenep.
Penulis : Fairuz
Editor : MTAB








