Diamnya Beacukai, Lajunya PCX Milik Fery, Ada Apa dengan Penegakam Hukum di Pamekasan?

Sunday, 17 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Dugaan pembiaran terhadap peredaran rokok ilegal bermerek PCX di Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, semakin menguat. Setelah sebelumnya ramai diberitakan, bukannya meredup, distribusi rokok tanpa cukai ini justru makin marak dan terang-terangan.

Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan, pemilik rokok PCX diduga bernama Fery, pengusaha lokal yang konon memiliki jaringan kuat dan kebal dari jeratan hukum. Rokok tersebut kini beredar bebas di warung-warung kecil hingga kios eceran, tanpa khawatir akan razia aparat penegak hukum (APH) maupun Bea Cukai.

“Sudah lama beredar. Herannya, tak ada satu pun tindakan. Jangan-jangan memang ada yang sengaja menutup mata,” kata Dayat

Anggota YLBH Madura, Dayat, kembali menegaskan bahwa situasi ini merupakan bentuk penghinaan terhadap pengusaha rokok legal.

“Pengusaha resmi dipaksa bayar cukai tinggi, sementara rokok ilegal seperti PCX bisa melenggang tanpa hambatan. Ini bukan sekadar persoalan hukum, tapi sudah menyangkut keadilan,” tegasnya.

Baca Juga  Surat Terbuka Untuk Presiden Republik Indonesia

Ia menuding lemahnya pengawasan menjadi dalih klasik yang menutupi dugaan adanya permainan terselubung.

“Kalau distribusi PCX bisa lancar sampai ke warung-warung, mustahil tidak ada yang tahu. Jangan-jangan ada yang menikmati,” sindirnya.

Bea Cukai Madura yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan rokok ilegal hingga kini bungkam. Begitu pula aparat kepolisian di Pamekasan yang dinilai lebih sibuk dengan operasi seremonial ketimbang menyentuh bisnis haram yang merugikan negara.

“Kalau polisi dan Bea Cukai tidak bisa bertindak, wajar masyarakat menilai ada permainan. Diamnya aparat sama dengan membiarkan kejahatan merajalela,” ujar seorang aktivis mahasiswa di Pamekasan yang enggan disebutkan namanya.

Data Kementerian Keuangan menyebutkan, kerugian negara akibat rokok ilegal mencapai triliunan rupiah setiap tahun. Dengan maraknya rokok PCX di Madura, angka tersebut diyakini akan terus membengkak.

Baca Juga  Tiga Terduga Peredaran Sabu di Bluto Diamankan Polisi, Pengungkapan Berawal dari OR

“Negara rugi, rakyat juga dirugikan. Yang diuntungkan hanya mafia rokok ilegal dan oknum-oknum yang jadi pelindungnya,” imbuh Dayat.

Publik kini menunggu, apakah aparat berani membongkar jaringan rokok PCX ini atau justru membiarkannya terus berkembang. Jika tidak ada tindakan tegas, maka kecurigaan masyarakat terhadap praktik kongkalikong antara pengusaha rokok ilegal dengan oknum aparat semakin sulit dibantah.

“Kalau memang aparat serius, tangkap pemiliknya, sita barangnya, dan hentikan peredaran PCX. Jangan hanya berani pada pedagang kecil, tapi diam seribu bahasa menghadapi pengusaha besar,” pungkas Dayat dengan nada tajam.

Hingga berita ini diturunkan, Fery maupun pihak Bea Cukai Madura belum memberikan klarifikasi resmi.

Berita Terkait

Mutasi Sekcam Bluto Jelang Pensiun Disorot, Dasar Pertimbangan TPK Dipertanyakan
Aktivis Dampingi Warga Kacongan Siapkan Laporan ke Kejaksaan Sumenep, Pengadaan Sapi Desa Kacongan
Aksi Tengah Malam di Mr Ball, APMM Singgung Aspirasi NU yang Tak Ditindaklanjuti
Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih
Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas
Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala
DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 18:13

Mutasi Sekcam Bluto Jelang Pensiun Disorot, Dasar Pertimbangan TPK Dipertanyakan

Tuesday, 22 September 2026 - 15:08

Aktivis Dampingi Warga Kacongan Siapkan Laporan ke Kejaksaan Sumenep, Pengadaan Sapi Desa Kacongan

Tuesday, 22 September 2026 - 14:09

Aksi Tengah Malam di Mr Ball, APMM Singgung Aspirasi NU yang Tak Ditindaklanjuti

Monday, 21 September 2026 - 21:23

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah

Monday, 21 September 2026 - 20:03

Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih

Berita Terbaru