DBH Migas Dipertanyakan, Publik Desak Direksi PT WUS Buka Data Kontribusi untuk Sumenep

Wednesday, 17 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Sorotan terhadap pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas di Kabupaten Sumenep kembali menguat. Publik mendesak manajemen PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS), khususnya Direktur Zainul Ubbadi, untuk membuka secara terang kontribusi migas bagi keuangan daerah dan manfaat riil yang diterima masyarakat.

Desakan tersebut muncul seiring ironi kondisi sosial ekonomi Sumenep. Di satu sisi, daerah ini tercatat sebagai salah satu wilayah dengan potensi migas signifikan dan berkontribusi terhadap penerimaan negara. Namun di sisi lain, angka kemiskinan di Sumenep masih tergolong tinggi dan menempatkannya dalam jajaran kabupaten termiskin di Jawa Timur.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: ke mana aliran DBH Migas dan dividen BUMD selama ini bermuara?

Baca Juga  Arif Firmanto Resmi Jadi ASEAN Engineer, Prestasi Membanggakan dari Ujung Madura

Berdasarkan penelusuran media, Pemerintah Kabupaten Sumenep tercatat pernah menerima DBH Migas sekitar Rp32 miliar pada kisaran tahun 2014. Namun hingga kini, publik mengaku tidak pernah memperoleh penjelasan komprehensif mengenai penggunaan dana tersebut, termasuk kontribusi dividen PT WUS terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Isu transparansi ini semakin menguat setelah mencuatnya catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Timur. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2020, BPK menemukan sedikitnya 15 temuan kejanggalan dalam pengelolaan investasi dan operasional PT WUS pada periode 2007 hingga 2020.

Sejumlah temuan tersebut bahkan berujung pada proses hukum terhadap pimpinan dan bendahara PT WUS pada periode sebelumnya. Namun, bagi masyarakat, proses pidana semata dinilai belum cukup menjawab persoalan mendasar, yakni keadilan ekonomi dan kesejahteraan publik.

Baca Juga  Rokok Baru Merek Boss V Red Edition, Dikendalikan Owner Bos V Lima Saudara, Melejit dari Madura hingga Tembus Pasar Internasional

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya hukuman, tapi kejelasan. Migas ini milik daerah, seharusnya dampaknya dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar aktivis Sumenep.

Masyarakat kini menaruh harapan pada jajaran direksi PT WUS yang baru agar tidak mengulangi pola lama. Transparansi laporan keuangan, keterbukaan dividen, serta penjelasan alur DBH Migas dinilai sebagai langkah awal memulihkan kepercayaan publik.

Desakan tersebut juga diarahkan kepada pemerintah daerah agar tidak lagi menempatkan masyarakat sebatas penonton di tengah eksploitasi sumber daya alam. Tanpa keterbukaan dan akuntabilitas, kekayaan migas Sumenep dikhawatirkan hanya akan terus menjadi angka di laporan, tanpa pernah benar-benar mengubah nasib warganya.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru