Bersama KNPI, DPKS SumenepSoroti PKBM Fiktif dan Sepakat Bersihkan Praktik Manipulatif

Thursday, 24 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Diskusi Antara DPKS dan KNPI Sumenep

Foto: Diskusi Antara DPKS dan KNPI Sumenep

SUMENEP, Newsline.id – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menegaskan komitmennya dalam pembenahan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Sejak tahun 2022, DPKS telah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Pengelolaan PKBM di seluruh wilayah Sumenep dan memberikan masukan kepada Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Pendidikan Non Formal terkait pentingnya pembenahan sistem pengelolaan PKBM.

 

Kini, kembali dibahas dengan inten. Dalam pertemuan yang cukup hangat bersama jajaran DPD KNPI Sumenep, Kamis (24/7), DPKS menegaskan bahwa pembenahan PKBM bukan wacana baru—tapi sudah jadi agenda serius sejak 2022.

 

Tak main-main, DPKS mengaku sudah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) menyeluruh ke PKBM di pelosok daratan hingga kepulauan. Hasilnya? Banyak temuan yang bikin geleng-geleng kepala. Mulai dari PKBM yang belum kantongi izin operasional, jadwal kegiatan yang tak jelas arah, hingga data buta aksara yang dinilai “ngawur”.

Baca Juga  Bupati Sumenep Apresiasi Kiprah PR DRT di Festival Tembakau Madura 2025

 

“Kami temukan banyak PKBM yang lebih layak disebut ‘papan nama’ daripada lembaga pendidikan,” sindir Juru Bicara DPKS, Ahmad Junaidi. Menurutnya, langkah pembenahan harus dilakukan secara total—termasuk dengan melakukan verifikasi faktual (verfak) dan pengetatan perizinan.

 

Hasil monev terbaru di 2025 justru menguatkan temuan sebelumnya. Jumlah PKBM di wilayah kepulauan, misalnya, menyusut drastis: dari enam lembaga tinggal dua yang lolos verifikasi.

 

“Jangan dilihat dari jumlahnya yang menurun. Justru ini bukti bahwa kita sedang bersih-bersih. Yang tak layak, ya harus dicoret,” tegas Junaidi, alumnus Fakultas Hukum UNISMA itu.

 

Lebih lanjut, DPKS juga menyentil masalah akut lainnya: data ganda alias residu dalam sistem Dapodik. “Ini persoalan klasik yang belum selesai juga. Kami sudah rekomendasikan ke Dinas Pendidikan agar segera bertindak. Validitas data harus jadi prioritas,” ujarnya.

Baca Juga  Polres Sumenep Terima Laporan Keluarga Sefti: Dugaan Malpraktik Bidan R

 

DPKS memastikan pihaknya tidak akan melepas tanggung jawab. Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pendidikan, akan terus diperkuat agar PKBM benar-benar menjadi lembaga yang mampu memberi manfaat konkret bagi warga Sumenep, bukan sekadar pelengkap administrasi.

 

“Kami tak ingin pendidikan non formal jadi tempat persembunyian praktik-praktik manipulatif. Sudah saatnya PKBM kita bersih dan berkualitas,” tutup Junaidi lantang.

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59