Bea Cukai Mandul, Rokok Ilegal “Sinar Gudang Emas” Kangkangi Madura

Thursday, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Madura seakan menjadi surga bagi para pengusaha rokok ilegal. Setelah berbagai merek lama bebas beredar tanpa sentuhan hukum, kini muncul pemain baru: Sinar Gudang Emas. Rokok dengan kemasan merah-putih yang diduga milik seorang pengusaha berinisial H. R asal Blumbungan, Larangan, ini kian merajalela di pasaran.

Ironisnya, meski sudah menjadi konsumsi publik, aparat Bea Cukai Madura tampak seperti penonton yang bisu dan lumpuh.

Hanya dalam waktu enam bulan, Sinar Gudang Emas sukses menguasai toko-toko kelontong dari Pamekasan hingga Sumenep. Dengan harga jual Rp8.000 per bungkus, rokok ini jelas menjadi magnet bagi konsumen. Namun di balik harga murah itu, negara justru menjerit karena penerimaan cukai menguap begitu saja.

“Ini rokoknya H. R. Semua orang Madura tahu. Anehnya, aparat pura-pura tidak tahu,” sindir seorang warga Larangan, Dayat, kepada Newsline.id.

Baca Juga  Klarifikasi Admin, Polemik Arisan Get Disebut Hanya Miskomunikasi dan Berakhir Damai

Kebisuan Bea Cukai Madura di bawah kepemimpinan Djaka Budi Utama kian memancing tanda tanya. Apakah institusi ini memang tidak berdaya, atau justru sengaja menutup mata karena ada “setoran” yang mengalir dari para cukong rokok ilegal?

“Kalau rokok ilegal bisa jalan semulus ini, pasti ada beking besar. Tidak mungkin aparat segoblok itu, kecuali memang sudah ‘kenyang’ dari hasil pembiaran,” ujar seorang tokoh muda Pamekasan yang enggan disebut namanya.

Sinar Gudang Emas hanyalah satu dari puluhan merek rokok ilegal yang menghantui Madura. Namun kasus ini menjadi simbol betapa Bea Cukai Madura sudah dikangkangi habis-habisan oleh para pengusaha nakal.

Fenomena ini membuat masyarakat menilai lembaga yang seharusnya menjadi garda depan penjaga penerimaan negara justru berubah menjadi “tukang stempel” yang kehilangan taring.

Baca Juga  Pelapor Penuhi Panggilan BK DPRD Pamekasan, Bukti Dugaan Skandal Oknum Ketua Komisi II SAF Diserahkan

“Kalau begini, sama saja Bea Cukai itu hanya papan nama. Fungsinya nol, hanya habiskan anggaran negara,” katanya.

Tim Newsline.id berusaha mengonfirmasi ke kediaman H. R di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan tak pernah muncul.

Meski begitu, jejak bisnisnya jelas terlihat: gudang-gudang distribusi rokok ilegal yang terus menyalurkan Sinar Gudang Emas ke seluruh Madura tanpa hambatan.

Lalu, sampai kapan negara membiarkan mafia rokok ilegal ini berpesta pora? Sampai kapan rakyat dipertontonkan pada drama pura-pura tegas, padahal di lapangan penuh pembiaran?

Sinar Gudang Emas hanyalah satu contoh dari carut-marut pengawasan Bea Cukai Madura yang nyaris tak berfungsi. Jika situasi ini terus dibiarkan, publik akan semakin yakin bahwa negara sudah kalah telak oleh mafia rokok ilegal.

Berita Terkait

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!
Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 13 June 2026 - 10:41

Miliaran Uang Rakyat Mengalir ke Parpol, Faqih Tuding Fungsi Pengawasan Bakesbangpol Sumenep Mandul dan Cuma Jadi Juru Stempel!

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 13:11

Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59