Bea Cukai Dinilai Tak Berani Bertindak Soal Rokok Ilegal Premium Bold

Thursday, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Polemik peredaran rokok ilegal merek Premium Bold kian memanas. Setelah publik menyoroti dugaan keterlibatan pengusaha H.J asal Desa Akkor, Kecamatan Palengaan, kini sorotan beralih kepada aparat penegak hukum, khususnya Bea Cukai Madura. Lembaga yang seharusnya berada di garda depan pemberantasan rokok ilegal ini dinilai tak berani bertindak tegas.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun langkah nyata dari Bea Cukai Madura untuk mengungkap secara terang-benderang aktivitas pabrik rokok ilegal tersebut. Padahal, informasi mengenai keberadaan pabrik H.J telah beredar luas di masyarakat.

“Kalau rakyat kecil saja tahu di mana pabriknya, masa Bea Cukai yang punya jaringan intelijen malah nggak tahu? Itu namanya bukan tidak tahu, tapi tidak berani bertindak,” sindir Bustomi, aktivis Madura, Kamis (11/9/2025).

Kritik semakin tajam setelah sejumlah awak media mencoba mengkonfirmasi langsung ke pihak Bea Cukai Madura, namun tidak ada jawaban yang memuaskan. Sebagian pejabat bahkan memilih bungkam, seakan enggan membuka suara terkait kasus Premium Bold.

Baca Juga  Klarifikasi Admin, Polemik Arisan Get Disebut Hanya Miskomunikasi dan Berakhir Damai

Menurut Hasyim Kafani, Ketua Lembaga Hukum Gempur Narkoba (LHGN), sikap diam aparat Bea Cukai justru memperkuat kecurigaan publik adanya praktik pembiaran.

“Kalau memang serius, sudah dari dulu pabrik itu ditutup. Tapi sampai sekarang tidak ada langkah. Artinya apa? Ada kemungkinan besar mereka takut, atau memang ada yang dilindungi,” ujar Hasyim.

Kondisi di lapangan memperlihatkan bahwa penindakan hanya menyasar level bawah: sopir pengangkut dan pengecer. Sementara aktor utama, H.J, tetap beroperasi tanpa gangguan.

“Ini penegakan hukum semu. Tangkap supirnya, tapi biarkan bos besarnya jalan terus. Itu sama saja memelihara bisnis haram,” tambah Hasyim dengan nada tegas.

Sejumlah aktivis menduga, ada “tangan tak terlihat” yang ikut melindungi jaringan produksi dan distribusi rokok ilegal Premium Bold. Dugaan itu mengarah pada keterlibatan oknum aparat maupun pejabat lokal yang sengaja menutup mata.

Baca Juga  Oknum Pengacara Masuk DPO, Polres Pamekasan Buru Tersangka Kasus Dugaan Penyalahgunaan Data Kependudukan

“Kalau Bea Cukai benar-benar bersih, mereka harus buktikan. Jangan cuma diam. Publik menunggu keberanian aparat untuk membongkar siapa beking sebenarnya,” desak Hasyim.

LHGN Madura menegaskan perlunya investigasi terbuka yang melibatkan aparat pusat, bukan hanya Bea Cukai Madura. Mereka khawatir kasus ini akan terus ditutup-tutupi bila hanya ditangani secara lokal.

“Kalau perlu, KPK atau Mabes Polri yang turun tangan. Karena kasus ini bukan sekadar soal cukai, tapi juga soal mafia yang sudah mengakar,” pungkas Hasyim.

Sampai saat ini, Bea Cukai Madura belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan publik tersebut. Diamnya institusi itu justru membuat kepercayaan masyarakat semakin terkikis, dan dugaan adanya permainan kotor di balik bisnis rokok ilegal Premium Bold kian menguat.

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru