SUMENEP, Newsline.id – Pengelolaan website desa di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah aktivis menilai sebagian besar website desa yang pernah diadakan menggunakan anggaran pemerintah tidak dapat diakses oleh masyarakat, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemanfaatannya.
Berdasarkan hasil penelusuran, hanya beberapa website desa yang diketahui masih dapat dibuka dan digunakan. Kondisi tersebut memicu dugaan bahwa mayoritas website desa tidak lagi berfungsi sebagai media pelayanan maupun penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Menanggapi hal itu, Camat Rubaru, Tabrani, menjelaskan bahwa terdapat dua desa yang tidak menganggarkan pengadaan website, yakni Desa Duko dan Desa Rubaru.
“Semua aktif, tergantung operator karena ada kata sandinya. Tiap desa yang tahu operator desa. Semua operator desa tahu semua, terkecuali dua desa tersebut,” kata Tabrani saat dikonfirmasi.
Namun, ketika dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai apakah seluruh website desa selain Desa Mandala, Matanair, dan Pakondang benar-benar dapat diakses oleh masyarakat, Camat Rubaru tidak memberikan jawaban tambahan.
Tidak adanya penjelasan tersebut dinilai semakin memperkuat kebutuhan akan transparansi dalam pengelolaan website desa. Menurut para aktivis, website yang dibangun dengan anggaran negara seharusnya menjadi sarana pelayanan publik, keterbukaan informasi, serta media komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Kalau website hanya ada secara administrasi tetapi tidak bisa diakses masyarakat, tentu perlu dipertanyakan manfaat dan pengelolaannya. Publik berhak mengetahui kondisi sebenarnya,” ujar salah seorang aktivis.
Sebagai bentuk tindak lanjut, para aktivis berencana mengajukan permohonan audiensi kepada Pemerintah Kecamatan Rubaru dan seluruh pemerintah desa di wilayah tersebut. Mereka ingin memperoleh penjelasan terkait proses pengadaan, pengelolaan, kondisi terkini, hingga pemanfaatan website desa yang telah dibiayai melalui anggaran pemerintah.
Menurut mereka, audiensi juga diharapkan menjadi momentum evaluasi agar seluruh website desa dapat kembali difungsikan secara optimal sebagai media informasi publik dan pelayanan digital bagi masyarakat.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Kecamatan Rubaru belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi masing-masing website desa yang disebut-sebut tidak dapat diakses oleh publik.
Penulis : Fairuz
Editor : MTAB








