Ahsanul Qhasasi Diminta Buka Suara Soal Dugaan Tebang Pilih Pengambilan Ijazah di UNIBA

Sunday, 10 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Polemik dugaan penahanan ijazah di lingkungan Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Maduraterus bergulir dan semakin menyita perhatian publik. Setelah muncul pengakuan sejumlah mahasiswa terkait dugaan perlakuan berbeda dalam proses pengambilan ijazah, kini desakan agar pendiri kampus, Ahsanul Qhasasi, turun tangan mulai bermunculan.

Sejumlah pihak menilai persoalan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah administratif biasa. Dugaan adanya ketimpangan perlakuan terhadap mahasiswa dinilai telah mencoreng citra institusi pendidikan tinggi yang seharusnya menjunjung asas keadilan dan transparansi.

Aktivis muda Sumenep, Dayat, meminta Ahsanul Qhasasi sebagai pendiri kampus untuk segera mengambil sikap tegas demi meredam polemik yang terus berkembang di tengah masyarakat.

“Ini sudah menjadi persoalan serius. Nama baik kampus dipertaruhkan. Sebagai pendiri UNIBA, AQ harus turun tangan untuk memastikan tidak ada ketidakadilan terhadap mahasiswa,” ujarnya.

Baca Juga  Oknum TNI di Sumenep Berinisial H Diduga Kelola Tambang Galian C Ilegal di Karangbudi

Menurutnya, diamnya pihak kampus justru memperbesar spekulasi publik terkait dugaan adanya praktik tebang pilih dalam pelayanan akademik, khususnya soal pengambilan ijazah bagi mahasiswa yang masih memiliki tanggungan administrasi.

Sebelumnya, redaksi menerima pengakuan dari dua mahasiswa berbeda yang menyebut tetap dapat mengambil ijazah meskipun masih memiliki tanggungan kepada pihak kampus. Di sisi lain, ada mahasiswa lain yang mengaku ijazahnya ditahan meski merasa telah menyelesaikan kewajiban administrasi.

Pengakuan tersebut semakin diperkuat dengan ramainya komentar netizen di media sosial TikTok yang mengaku mengalami persoalan serupa. Beberapa di antaranya menyebut proses pengambilan ijazah di lingkungan kampus dinilai tidak transparan dan berbeda antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya.

“Kalau memang ada aturan, harus berlaku sama untuk semua mahasiswa. Jangan sampai ada kesan kampus hanya tegas kepada sebagian orang,” kata salah satu alumni yang enggan disebut namanya.

Baca Juga  Bayi Perempuan Ditemukan Terluka di Kolor, Satreskrim Polres Sumenep Lakukan Penyelidikan Intensif

Desakan terhadap Ahsanul Qhasasi muncul karena publik menilai sosok pendiri memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah lembaga pendidikan yang telah dibangunnya. Terlebih, polemik ini dinilai sudah berkembang luas dan menjadi perbincangan publik di media sosial maupun di kalangan mahasiswa.

Dayat juga menilai, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan secara terbuka, maka dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tinggi di daerah.

Transparansi data administrasi, audit internal, serta penjelasan resmi kepada publik dinilai menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan pihak kampus agar persoalan tidak semakin liar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak rektorat kampus belum memberikan penjelasan lanjutan terkait ramainya pengakuan mahasiswa dan netizen mengenai dugaan penahanan ijazah tersebut.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih
Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas
Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala
DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong
Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 21:23

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah

Monday, 21 September 2026 - 20:03

Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih

Monday, 21 September 2026 - 19:18

Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas

Monday, 21 September 2026 - 18:12

Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala

Monday, 21 September 2026 - 17:26

DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep

Berita Terbaru