PAMEKASAN, Newsline.id – Isu peredaran rokok ilegal merek Papi Mami di Kabupaten Pamekasan semakin mengemuka. Setelah sebelumnya disebut hanya memiliki dua varian, yakni ungu (blueberry) dan kuning (manggo), kini informasi terbaru menyebutkan ada satu tambahan varian baru, yaitu putih (original). Ketiga varian tersebut diduga kuat diproduksi oleh oknum bernama Lora Taufiq di wilayah Toronan, Pamekasan.
Produksi disebut berlangsung secara diam-diam namun terorganisir, sehingga dalam waktu singkat rokok tanpa pita cukai itu mampu membanjiri pasar lokal. Bahkan, di beberapa warung dan toko eceran di Pamekasan, varian Papi Mami Putih Original sudah mulai dijual bebas layaknya produk legal.
“Sekarang bukan cuma ungu dan kuning. Ada juga putih yang rasanya original. Harganya lebih murah, makanya cepat laku di warung-warung,” ujar seorang pedagang eceran di kawasan Pamekasan, Senin (15/9/2025).
Kabar keterlibatan Lora Taufiq semakin diperkuat dengan kesaksian warga sekitar Toronan yang mengaku mengetahui aktivitas produksi tersebut.
“Pabriknya kecil, tapi aktivitasnya jelas. Semua orang sudah tahu kalau itu usaha Lora Taufiq. Varian baru ini malah bikin tambah ramai,” ungkap seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.
Aktivis Madura, Hasyim Wahyudi, menegaskan bahwa penambahan varian ini menjadi bukti lemahnya pengawasan aparat.
“Kalau sebelumnya dua varian saja sudah lolos, sekarang malah nambah jadi tiga. Artinya, bukan hanya produksi yang berjalan, tapi juga distribusinya makin masif. Aparat jangan pura-pura tidak tahu,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran figur sosial seperti Lora dalam bisnis ilegal sangat berbahaya.
“Pengaruh sosial bisa membuat aparat segan. Padahal hukum seharusnya tidak pandang bulu. Kalau dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk di Madura,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Bea Cukai Madura masih bungkam terkait isu ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi meski publik semakin gencar mempertanyakan efektivitas program Gempur Rokok Ilegal.
“Setiap tahun anggaran besar digelontorkan untuk gempur rokok ilegal. Tapi buktinya, malah muncul merek baru seperti Papi Mami dengan tiga varian. Ini jelas pertanyaan besar bagi kami masyarakat,” ujar salah satu tokoh pemuda di Pamekasan.
Kasus Papi Mami menambah daftar panjang peredaran rokok ilegal di Pamekasan yang tak tersentuh hukum. Publik kini menanti, apakah aparat berani menindak tegas oknum pemilik yang disebut-sebut seorang Lora berpengaruh, atau justru membiarkan kasus ini tenggelam seperti kasus-kasus sebelumnya.








