PAMEKASAN, Newsline.id – Di balik gemilangnya prestasi medali emas yang diraih atlet kickboxing asal Kabupaten Pamekasan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, tersimpan cerita yang jauh dari sorotan publik.
Hampir satu tahun setelah berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, bonus yang dijanjikan kepada peraih medali emas disebut belum juga diterima. Kondisi tersebut diungkapkan oleh keluarga atlet yang mengaku kecewa karena hingga kini belum ada kejelasan mengenai pencairan hadiah sebesar Rp25 juta yang sebelumnya dijanjikan bagi peraih medali emas.
Atlet tersebut sukses menyabet medali emas cabang olahraga kickboxing kelas 60 kilogram low kick pada Porprov Jatim 2025 di Kota Malang.
Namun prestasi yang seharusnya menjadi kebanggaan itu kini diiringi rasa kecewa. Menurut keterangan orang tua atlet, hingga saat ini bonus yang dijanjikan belum pernah diterima.
“Sudah hampir setahun sejak Porprov berlangsung. Sampai sekarang bonus Rp25 juta yang dijanjikan belum kami terima. Anak kami sudah berjuang mengharumkan nama daerah, tetapi penghargaan yang dijanjikan belum ada realisasinya,” ungkap orang tua yang enggan disebutkan namanya.
Mereka mengaku selama ini hanya menerima bantuan sebesar Rp1 juta dari pihak sponsor. Di luar itu, tidak ada lagi bentuk penghargaan ataupun bonus sebagaimana yang sempat disampaikan kepada para atlet berprestasi.
Padahal, perjalanan Atlet menuju podium juara bukanlah hal yang mudah. Berasal dari keluarga tidak mampu, ia harus membagi waktu antara latihan dan membantu orang tuanya mencari nafkah. Berbagai keterbatasan ekonomi tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk berprestasi.
Keberhasilan meraih emas menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing dan membawa nama baik Kabupaten Pamekasan di tingkat Jawa Timur. Namun kondisi yang dialami saat ini justru memunculkan pertanyaan mengenai perhatian pemerintah daerah terhadap atlet yang telah berjuang mengangkat prestise daerah.
Situasi tersebut mulai menjadi sorotan sejumlah pihak. Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan KONI setempat dinilai perlu memberikan penjelasan terbuka terkait realisasi bonus atlet Porprov 2025.
Pasalnya, penghargaan terhadap atlet tidak hanya berhenti pada seremoni dan ucapan selamat semata. Bentuk apresiasi yang dijanjikan juga merupakan bagian dari komitmen daerah dalam membina dan menjaga semangat para atlet berprestasi.
Jika benar bonus tersebut belum direalisasikan hingga hampir satu tahun, maka hal itu dikhawatirkan dapat menurunkan motivasi atlet-atlet muda lainnya yang tengah berjuang mengharumkan nama daerah.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pamekasan bersama KONI segera memberikan klarifikasi sekaligus memastikan hak para atlet yang telah berprestasi dapat terpenuhi. Sebab medali emas yang diraih bukan hanya kemenangan pribadi, melainkan prestasi yang membawa nama daerah ke podium tertinggi Jawa Timur.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Pamekasan maupun KONI terkait alasan belum terealisasinya bonus bagi atlet peraih medali emas Porprov Jawa Timur 2025.
Upaya konfirmasi masih terus dilakukan karena redaksi keterbatasan komunikasi.
Penulis : OR
Editor : MTAB
Sumber Berita: Newsline.id








