TNI dan Warga Hijaukan Asta Tinggi, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan di Sumenep

Monday, 22 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Semangat menjaga lingkungan dan melestarikan warisan sejarah ditunjukkan ratusan personel TNI bersama masyarakat dalam kegiatan karya bhakti memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan wisata religi Asta Tinggi, Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep, Jumat (20/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Saatnya Bekerja Untuk Iklim” tersebut melibatkan sekitar 300 prajurit Batalyon Infanteri TP 931/KJ serta lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat, komunitas peduli lingkungan, organisasi kemasyarakatan, hingga sektor swasta.

Sejak pagi hari, peserta karya bhakti tampak menyebar di sepanjang akses menuju kompleks makam raja-raja Sumenep. Mereka melakukan pembersihan lingkungan, pengecatan gapura dan pembatas jalan, serta penanaman pohon untuk memperindah sekaligus menjaga kelestarian kawasan cagar budaya tersebut.

Komandan Batalyon Infanteri TP 931/KJ, Mayor Inf Aditya Danang, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga situs bersejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Madura.

Menurutnya, kawasan Asta Tinggi bukan hanya destinasi wisata religi, tetapi juga simbol perjalanan sejarah dan budaya yang harus dijaga bersama. Karena itu, perawatan lingkungan di sekitar situs menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga  Diduga Abaikan Aturan, Kadis PMPTSP Sumenep Tuai Kritik Soal Pembangunan Tanpa Izin Lingkungan

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menjaga kebersihan dan kelestarian Asta Tinggi berarti turut merawat warisan sejarah yang sangat berharga bagi generasi mendatang,” ujar Mayor Inf Aditya Danang.

Ia menjelaskan, penanaman pohon yang dilakukan dalam kegiatan tersebut merupakan langkah sederhana namun memiliki manfaat jangka panjang. Selain membantu menjaga kualitas lingkungan, pohon yang ditanam juga diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan hijau di sekitar situs bersejarah itu.

Mayor Aditya menilai tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini menjadi pengingat bahwa tantangan perubahan iklim memerlukan keterlibatan semua pihak. Oleh sebab itu, sinergi antara TNI, pemerintah, komunitas, dan masyarakat harus terus diperkuat melalui berbagai aksi lingkungan yang berkelanjutan.

Selain penghijauan, para peserta juga melakukan pengecatan fasilitas umum yang berada di sepanjang jalur menuju Asta Tinggi. Sentuhan peremajaan tersebut membuat kawasan tampak lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi para peziarah maupun wisatawan yang berkunjung.

Baca Juga  Mafia Solar Subsidi di Sumenep Diduga Pakai Barcode Nelayan dan Tani, TMI Buka Fakta Lapangan

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Prajurit TNI dan masyarakat bekerja berdampingan tanpa membedakan latar belakang, mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Sumenep.

Mayor Aditya mengaku mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen.

“Kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk menjaga alam semakin tumbuh dan harus terus dipertahankan,” katanya.

Ia berharap hasil karya bhakti tersebut dapat terus dirawat oleh seluruh pihak, termasuk para pengunjung yang datang ke kawasan Asta Tinggi. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi keberlangsungan kawasan wisata religi dan cagar budaya.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, kawasan Asta Tinggi kini tampak lebih bersih dan asri. Aksi kolaboratif antara TNI dan masyarakat itu diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus menggalakkan gerakan peduli lingkungan sekaligus menjaga warisan budaya yang dimiliki daerah.

Penulis : AL

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Berita Terbaru