SUMENEP, Newsline.id – Semangat menjaga lingkungan dan melestarikan warisan sejarah ditunjukkan ratusan personel TNI bersama masyarakat dalam kegiatan karya bhakti memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan wisata religi Asta Tinggi, Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep, Jumat (20/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Saatnya Bekerja Untuk Iklim” tersebut melibatkan sekitar 300 prajurit Batalyon Infanteri TP 931/KJ serta lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat, komunitas peduli lingkungan, organisasi kemasyarakatan, hingga sektor swasta.
Sejak pagi hari, peserta karya bhakti tampak menyebar di sepanjang akses menuju kompleks makam raja-raja Sumenep. Mereka melakukan pembersihan lingkungan, pengecatan gapura dan pembatas jalan, serta penanaman pohon untuk memperindah sekaligus menjaga kelestarian kawasan cagar budaya tersebut.
Komandan Batalyon Infanteri TP 931/KJ, Mayor Inf Aditya Danang, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga situs bersejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Madura.
Menurutnya, kawasan Asta Tinggi bukan hanya destinasi wisata religi, tetapi juga simbol perjalanan sejarah dan budaya yang harus dijaga bersama. Karena itu, perawatan lingkungan di sekitar situs menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menjaga kebersihan dan kelestarian Asta Tinggi berarti turut merawat warisan sejarah yang sangat berharga bagi generasi mendatang,” ujar Mayor Inf Aditya Danang.
Ia menjelaskan, penanaman pohon yang dilakukan dalam kegiatan tersebut merupakan langkah sederhana namun memiliki manfaat jangka panjang. Selain membantu menjaga kualitas lingkungan, pohon yang ditanam juga diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan hijau di sekitar situs bersejarah itu.
Mayor Aditya menilai tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini menjadi pengingat bahwa tantangan perubahan iklim memerlukan keterlibatan semua pihak. Oleh sebab itu, sinergi antara TNI, pemerintah, komunitas, dan masyarakat harus terus diperkuat melalui berbagai aksi lingkungan yang berkelanjutan.
Selain penghijauan, para peserta juga melakukan pengecatan fasilitas umum yang berada di sepanjang jalur menuju Asta Tinggi. Sentuhan peremajaan tersebut membuat kawasan tampak lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi para peziarah maupun wisatawan yang berkunjung.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Prajurit TNI dan masyarakat bekerja berdampingan tanpa membedakan latar belakang, mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Sumenep.
Mayor Aditya mengaku mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen.
“Kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk menjaga alam semakin tumbuh dan harus terus dipertahankan,” katanya.
Ia berharap hasil karya bhakti tersebut dapat terus dirawat oleh seluruh pihak, termasuk para pengunjung yang datang ke kawasan Asta Tinggi. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi keberlangsungan kawasan wisata religi dan cagar budaya.
Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, kawasan Asta Tinggi kini tampak lebih bersih dan asri. Aksi kolaboratif antara TNI dan masyarakat itu diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus menggalakkan gerakan peduli lingkungan sekaligus menjaga warisan budaya yang dimiliki daerah.
Penulis : AL
Editor : MTAB
Sumber Berita: Newsline.id








