Tali Jaya: Rokok Ilegal yang Didiamkan, Hukum yang Dipermainkan

Monday, 21 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Rokok Ilegal Merek Tali Jaya

Foto: Rokok Ilegal Merek Tali Jaya

SUMENEP, Newsline.id – Rokok ilegal merek Tali Jaya kini beredar luas di Kabupaten Sumenep. Bukan hanya dijual diam-diam, produk ini justru tampil terbuka di rak-rak warung kelontong, seolah legal dan dilindungi.

Tanpa pita cukai. Tanpa label kesehatan. Tanpa informasi produsen. Tapi tetap bebas diperdagangkan.

Fenomena ini bukan sekadar soal hukum yang dilanggar, tetapi lebih mencerminkan kekalahan negara melawan kejahatan terorganisir. Yang lebih menyakitkan, kekalahan itu terjadi tanpa perlawanan berarti.

“Kalau kita bicara hukum, rokok ini jelas-jelas melanggar. Tapi lucunya, aparat diam. Mereka tutup mata, telinga, dan mulut. Jangan-jangan juga tangan,” kritik Irwan Fahmi, aktivis asal Sumenep.

Menurut penelusuran Newsline.id, rokok Tali Jaya diproduksi secara rumahan di desa-desa terpencil di Pamekasan. Barang dikemas dalam kardus polos, dikirim ke Sumenep pakai kendaraan pribadi, lalu disebar ke toko oleh para kurir yang tampaknya sudah hafal celah hukum.

Setiap minggunya, pengiriman dilakukan secara konsisten. Satu toko di Kecamatan Lenteng mengaku mendapat suplai rutin.

Baca Juga  Gelapnya Pengelolaan DBH Migas Sumenep: Temuan BPK Ungkap Lubang Besar Tata Kelola PT WUS

“Yang antar orang luar. Saya nggak pernah tanya. Yang penting bayar, selesai,” ujar pemilik toko.

Mereka yang terlibat dalam rantai distribusi ini mulai dari produsen, agen, pengepul, hingga sopir, tampaknya bekerja dalam sistem yang rapi. Satu hal yang jelas: mereka tidak takut.

Dalam kondisi normal, temuan semacam ini harusnya menjadi alarm darurat bagi penegak hukum. Tapi di Sumenep, publik justru disuguhi drama pembiaran yang makin tidak masuk akal.

Bea Cukai Madura belum bersuara. Pemkab Sumenep juga diam. Satpol PP? Entah ke mana. Polisi? Tidak terdengar ada penangkapan atau penggerebekan.

“Kalau aparat tidak bergerak, maka publik bisa curiga: siapa yang diuntungkan dari bisnis haram ini?” kata Irwan fahmi

Ia menegaskan, jika negara serius melawan rokok ilegal, maka tak sulit melacak sumbernya. Tapi ketika aparat seolah tak mampu bergerak, hanya ada dua kemungkinan: takut atau terlibat.

Rokok tanpa cukai bukan cuma soal pungutan negara yang hilang. Ada persoalan kesehatan, legalitas, dan keadilan ekonomi yang dirusak.

Baca Juga  Warga Pertanyakan Transparansi Penggunaan Dana Desa Rp 3,2 Miliar di Desa Gadding, Kecamatan Manding

Produsen rokok legal menjerit karena kalah bersaing harga. Sementara masyarakat bawah, yang jadi target pasar rokok murah ini, menjadi korban dari produk tak terjamin.

UU Cukai No. 39 Tahun 2007 telah jelas mengatur bahwa peredaran produk tembakau tanpa pita cukai adalah tindak pidana. Tapi tanpa penegakan, undang-undang itu cuma jadi dekorasi rak buku di kantor pejabat.

Apakah ada oknum aparat? Apakah ada pejabat daerah yang menerima setoran? Ataukah ini bagian dari jaringan bisnis gelap yang menyatu dengan kekuasaan?

Tanpa keberanian mengungkap, kasus seperti ini akan terus berulang. Hari ini Tali Jaya, besok bisa merek lain. Polanya tetap sama: produksi ilegal, distribusi luas, pembiaran aparat, keuntungan mengalir ke orang-orang tak tersentuh hukum.

Newsline.id berkomitmen menyelidiki lebih jauh aktor-aktor di balik peredaran Tali Jaya. Tim kami tengah menghimpun data terkait kendaraan distribusi, agen pengepul, hingga dugaan keterlibatan oknum.

Berita Terkait

Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura
Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN
Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep
Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep
Aktivis Sumenep Siap Demo BPN, Soroti Tanah Mangrove dan Polemik Tanah KDMP Kebun Dadap Timur
DRT The Big Family Rilis Dua SKT Baru di Arena Kerapan Sapi, Perkuat Identitas Kretek Madura
Humanis di Jalan, Polantas Sumenep Sapa Pengendara dan Edukasi Keselamatan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 00:43

Langsung Diserbu! SkY Coffee Grounds Jadi Magnet Baru Nongkrong Anak Muda Sumenep

Friday, 17 April 2026 - 12:47

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Menu “Rebellious Hunger”, Dorong Tren Kuliner Berkelanjutan di Madura

Friday, 17 April 2026 - 09:19

Kids Atletik Getarkan Lapangan Armada, FKG PJOK Dasuk Siapkan Bibit Juara O2SN

Thursday, 16 April 2026 - 00:40

Halal Bihalal dan Haul Majmuk Ponpes Al Usymuni Berlangsung Khidmat di Batang-Batang Sumenep

Wednesday, 15 April 2026 - 16:59

Dinilai Framing Negatif, Tempo Didesak Klarifikasi oleh Kader NasDem Sumenep

Berita Terbaru