Tak Cukup Pesta Miras dan Narkoba, Oknum Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Diduga Nyaris Perkosa Perempuan

Sunday, 28 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id — Skandal dugaan amoral yang menyeret oknum Ketua Komisi II DPRD Pamekasan berinisial SAF kini memasuki babak paling gelap. Tidak lagi sebatas pesta minuman keras dan obat-obatan terlarang, seorang perempuan berinisial EV mengungkap pengakuan mengejutkan: dirinya nyaris menjadi korban percobaan pemerkosaan oleh pejabat publik tersebut.

Pengakuan EV menjadi tamparan keras bagi wajah institusi legislatif daerah. Dalam keterangannya kepada media, EV menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi saat dirinya berada di lokasi gudang rokok ilegal yang selama ini disebut sebagai tempat pesta miras dan konsumsi pil inex.

“Saya ketakutan. Situasinya sudah tidak terkendali. Saya merasa terancam dan hampir dipaksa. Kalau saat itu tidak bisa menghindar, mungkin ceritanya sudah lain,” ungkap EV.

Kasus ini memunculkan dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan relasi kuasa. SAF, sebagai pejabat publik sekaligus pimpinan komisi strategis di DPRD, disebut memanfaatkan posisi, fasilitas, dan pengaruhnya untuk menekan korban.

Baca Juga  Reses di Masalembu, Legislator NasDem Soroti Listrik hingga Ancaman Narkoba di Wilayah Kepulauan

EV mengaku mendapat tekanan psikologis berulang, mulai dari ajakan paksa melalui pesan singkat, janji fasilitas.

Pengakuan ini memperkuat dugaan bahwa tindakan SAF bukan peristiwa tunggal, melainkan pola perilaku predatoris yang sistematis.

Jika sebelumnya kasus ini dipersepsikan sebagai pelanggaran etika dan moral, maka pengakuan EV menggeser isu ke dugaan tindak pidana serius, termasuk: Dugaan percobaan kekerasan seksual, Penyalahgunaan jabatan, Dugaan penyalahgunaan narkotika dan Dugaan produksi rokok ilegal tanpa pita cukai.

Sejumlah aktivis hukum menilai, diamnya aparat dan institusi politik justru berpotensi menjadi bentuk pembiaran.

“Kalau ini dibiarkan, negara seolah tunduk pada jabatan dan kekuasaan. Ini bukan lagi soal SAF, tapi soal keberpihakan hukum kepada korban,” tegas seorang aktivis di Pamekasan.

Baca Juga  Proyeksi Ekonomi Indonesia Direvisi, DPR Minta Pemerintah Perkuat Narasi Berbasis Data

Hingga berita ini diterbitkan, pimpinan DPRD Pamekasan belum memberikan pernyataan resmi.

Tidak ada klarifikasi, tidak ada permintaan maaf publik, bahkan tidak ada langkah etik sementara terhadap SAF.

Sikap bungkam tersebut menuai kecaman luas. Publik mempertanyakan:

Di mana Badan Kehormatan DPRD?

Mengapa partai pengusung SAF memilih diam?

Apakah jabatan kini menjadi tameng kebal hukum?

Tekanan publik kini mengarah pada aparat penegak hukum di Polres Pamekasan agar segera bertindak tanpa pandang bulu. Sejumlah elemen masyarakat sipil menyatakan siap mengawal korban dan membuka jalur hukum pidana.

Kasus ini menjadi ujian nyata bagi keberanian hukum di Pamekasan: apakah negara hadir melindungi korban, atau kembali tunduk pada kekuasaan?

“Jika hukum kalah oleh jabatan, maka yang tersisa hanyalah ketakutan,” tutup aktivis Pamekasan.

Penulis : Red

Editor : R IE Q

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru